Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Keterbatasan anggaran desa tidak menghentikan upaya penguatan ketahanan pangan di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sejumlah desa tetap mengembangkan usaha produktif sesuai potensi lokal, salah satunya peternakan ribuan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Batuah.
Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, mengapresiasi pemerintah desa yang tetap berupaya menjalankan program ketahanan pangan di tengah penurunan nilai Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD).
Menurut Hery, kondisi tersebut menuntut pemerintah desa untuk menyesuaikan program dengan kemampuan anggaran tanpa mengabaikan potensi yang bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Walaupun anggaran yang tersedia mengalami penyesuaian, kami melihat desa-desa tetap berusaha menjalankan kegiatan ketahanan pangan. Ini menjadi hal yang patut diapresiasi,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Salah satu contoh yang berkembang di wilayahnya adalah peternakan ayam petelur di Desa Batuah. Usaha dengan jumlah pemeliharaan mencapai ribuan ekor itu dijalankan melalui BUMDes sebagai bagian dari upaya membangun kegiatan ekonomi berbasis desa.
Hery menilai model usaha tersebut dapat menjadi referensi bagi desa lain untuk mengembangkan potensi masing-masing. Meski demikian, jenis usaha yang dipilih perlu mempertimbangkan kondisi wilayah, ketersediaan sumber daya, serta kemampuan pengelolaannya.
Setiap desa memiliki peluang berbeda dalam mendukung ketahanan pangan. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui peternakan maupun komoditas lokal lainnya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Tidak semua desa harus mengembangkan usaha yang sama. Yang terpenting, potensi yang ada bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik sehingga program ketahanan pangan tetap berjalan,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan BUMDes dapat mendukung pengelolaan usaha produktif agar memiliki arah yang lebih jelas. Melalui kelembagaan tersebut, kegiatan ekonomi desa diharapkan dapat berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain memperkuat produksi pangan, Hery melihat peluang untuk membangun keterhubungan ekonomi antardesa. Hasil produksi dari satu desa berpotensi menunjang kebutuhan desa lain, sehingga potensi yang tersebar di Kecamatan Loa Janan dapat saling melengkapi.
Namun, upaya tersebut masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut, terutama untuk mendorong kerja sama antarpelaku usaha dan menyesuaikan kebutuhan dengan kemampuan produksi yang tersedia.
Pemerintah kecamatan berharap program ketahanan pangan dapat terus berjalan meskipun ruang fiskal desa mengalami perubahan. Pemanfaatan potensi lokal dinilai menjadi salah satu jalan agar kegiatan produktif tetap berkembang tanpa sepenuhnya bergantung pada besaran anggaran.
“Potensi ekonomi di Loa Janan cukup beragam. Ke depan, kami ingin usaha yang sudah berjalan bisa semakin kuat dan saling menunjang, sehingga ketahanan pangan sekaligus perekonomian masyarakat desa dapat terus berkembang,” pungkas Hery. (Adv)
Tulis Komentar