Iklan Dua

Aulia Dorong Pelayanan Pemerintah Lebih Humanis dan Adaptif

$rows[judul]
Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Momentum peringatan Hari Jadi Kota Tenggarong ke-244 tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) juga menjadikannya sebagai kesempatan untuk memperkuat cara pemerintah melayani masyarakat.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan semangat yang dibawa dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 harus diterjemahkan ke dalam penyelenggaraan pemerintahan. Salah satunya melalui pelayanan publik yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Aulia, tema Erau 2026, “Manunggal Raja Bersama Rakyatnya, Raja Menjamu Rakyatnya”, memiliki pesan yang relevan dengan tugas pemerintahan. Pemerintah harus hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar sebagai institusi administratif.

“Raja menjamu rakyatnya itu memberikan pelayanan. Itu menjadi contoh bagi kita pemerintah dan Forkopimda bahwa kita adalah pelayan masyarakat,” ujar Aulia, Selasa (29/9/2026). 

Ia mengatakan pelayanan publik tidak cukup hanya memenuhi prosedur administratif. Pemerintah juga harus mampu memahami kebutuhan warga, merespons perubahan dan memberikan kemudahan dalam memperoleh layanan.

Karena itu, Aulia mendorong agar jajaran Pemkab Kukar terus membangun pola pelayanan yang humanis dan adaptif. Pendekatan tersebut diperlukan agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah dalam persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Menurut Aulia, masyarakat harus memperoleh pelayanan dengan sikap yang baik, mudah dipahami dan tidak dipersulit oleh proses birokrasi yang tidak diperlukan.

"Pelayanan yang humanis juga berkaitan dengan bagaimana aparatur berinteraksi dengan masyarakat," jelas Aulia. 

Di sisi lain, perubahan kebutuhan masyarakat menuntut pemerintah untuk terus beradaptasi. Perkembangan teknologi, perubahan pola komunikasi dan meningkatnya ekspektasi publik membuat pelayanan pemerintahan tidak dapat berjalan dengan pola lama.

Aulia ingin semangat tersebut menjadi bagian dari pembangunan Kukar ke depan. Pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperbaiki kualitas hubungan antara pemerintah dengan masyarakat melalui pelayanan yang semakin mudah diakses.

“Pemerintah harus benar-benar hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan yang lebih humanis, lebih adaptif dan lebih mudah bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, semangat melayani tersebut merupakan salah satu nilai yang dapat ditarik dari rangkaian Erau dan Hari Jadi Tenggarong. Tradisi tidak hanya dipertahankan sebagai kegiatan budaya, tetapi juga dapat menjadi sumber nilai dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Semangatnya adalah bagaimana pemerintah hadir untuk masyarakat dan bagaimana masyarakat merasakan bahwa pemerintah itu ada untuk melayani,” pungkas Aulia. (Adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)