Iklan Dua

Disperkim Kukar Perluas Akses Air Bersih untuk Dukung Penanganan Stunting

$rows[judul]
Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Perluasan akses air bersih dan pembangunan sarana sanitasi menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendukung penanganan stunting. Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), intervensi dilakukan dengan meningkatkan kualitas infrastruktur dasar di lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Kepala Disperkim Kukar, M. Aidil, mengatakan dukungan terhadap penanganan stunting tidak terbatas pada sektor kesehatan dan pemenuhan gizi. Kondisi lingkungan permukiman juga menjadi perhatian, terutama terkait ketersediaan air bersih dan sanitasi yang menunjang perilaku hidup bersih dan sehat.

“Kalau di Disperkim terkait dengan program penurunan stunting, kami ada membangun sarana sanitasi dan juga perluasan layanan air bersih,” kata Aidil, Sabtu (17/10/2026)

Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang berhubungan dengan kesehatan keluarga. Akses air yang memadai dan fasilitas sanitasi yang layak dapat membantu masyarakat menjaga kebersihan diri maupun lingkungan, sehingga mendukung upaya pencegahan berbagai gangguan kesehatan.

Dalam penanganan stunting, intervensi lingkungan tersebut melengkapi upaya pemenuhan gizi, pemantauan pertumbuhan anak, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak. Meski bukan intervensi gizi secara langsung, perbaikan kondisi sanitasi dan akses air bersih dapat menjadi bagian dari penciptaan lingkungan yang lebih sehat bagi keluarga.

Aidil menjelaskan, sejumlah kegiatan perluasan layanan air bersih masih dalam tahap pelaksanaan. Namun, penyesuaian anggaran membuat beberapa rencana kegiatan harus ditinjau kembali dan dilaksanakan secara bertahap.

“Progres air bersih ini masih dalam proses pelaksanaan. Jadi mungkin ada beberapa yang akan dilaksanakan tahun ini karena ada juga beberapa kegiatan yang kita lakukan refocusing karena memang kemarin terkait dengan rasionalisasi anggaran,” jelasnya.

Ia menyebut Disperkim tetap berupaya melanjutkan kegiatan yang menjadi prioritas dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap berdasarkan rencana kegiatan dan kebutuhan wilayah yang ditangani.

Penyesuaian tersebut membuat perencanaan dan penentuan prioritas menjadi penting agar pembangunan infrastruktur dasar tetap berjalan. Selain penyediaan sarana, keberlanjutan layanan juga perlu diperhatikan supaya fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai peruntukannya.

Aidil memastikan perluasan layanan air bersih tetap menjadi bagian dari program Disperkim Kukar, meskipun pelaksanaannya menyesuaikan kondisi anggaran.

“Tetap kita jalankan, namun memang bertahap,” pungkasnya. (Adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)