Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Balikpapan menunjukkan kecenderungan meningkat hingga September 2026. Berdasarkan data sementara, jumlah kasus tercatat naik sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Nursyamsiarni D Larose, mengatakan kenaikan tersebut terlihat dari perbandingan data pada periode yang sama.
Namun, ia menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara. Data tersebut belum dapat menjadi gambaran akhir mengenai kondisi kekerasan terhadap anak sepanjang 2026.
“Memang ada kecenderungan meningkat. Tetapi namanya kasus kekerasan itu sifatnya fluktuatif. Nanti akumulasi naik atau tidaknya secara umum baru bisa terlihat dengan data pembanding di akhir tahun,” ujar Nursyamsiarni, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, jumlah kasus masih dapat berubah hingga akhir tahun. Hal itu dipengaruhi pembaruan data serta kemungkinan adanya laporan baru dari masyarakat.
Selain jumlah kasus, DP3AKB juga mencermati pola korban yang relatif tidak berubah dalam beberapa tahun terakhir.
Anak perempuan masih menjadi kelompok yang paling banyak mengalami kekerasan di Kota Balikpapan.
“Rata-rata kasusnya memang tetap kekerasan terhadap anak, khususnya anak perempuan. Kecenderungannya dua sampai tiga tahun terakhir memang sama, anak perempuan yang cenderung menjadi korban kekerasan,” jelasnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak.
Nursyamsiarni mengatakan perlindungan terhadap anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat.
Ia mendorong masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi anak di lingkungan sekitar. Terutama apabila ditemukan tanda-tanda atau dugaan kekerasan.
Masyarakat juga diharapkan tidak ragu melaporkan dugaan kekerasan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama melalui penguatan peran keluarga, edukasi, serta menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
DP3AKB juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus sebagai bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan dan pencegahan berikutnya.
Dengan masih dominannya anak perempuan sebagai korban, perlindungan kelompok rentan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya menekan kekerasan terhadap anak di Balikpapan. (ADV/Diskominfo Balikpapan)
Tulis Komentar