Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan mengintensifkan pengangkutan sedimentasi di sejumlah saluran drainase selama musim kemarau. Pekerjaan ini difokuskan pada malam hari untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus memastikan pemeliharaan saluran berjalan optimal.
Sejumlah kawasan yang menjadi sasaran pengerjaan di antaranya Balikpapan Baru dan Sungai Ampal. Pengangkutan sedimentasi dilakukan untuk membersihkan material yang mengendap di dasar saluran dan berpotensi menghambat aliran air.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, Rita, mengatakan pemilihan waktu pengerjaan pada malam hari merupakan langkah untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan.
Menurutnya, pekerjaan pengangkutan sedimentasi melibatkan kendaraan dan peralatan yang dapat memengaruhi arus lalu lintas jika dilakukan pada jam sibuk. Karena itu, pengerjaan di malam hari dinilai lebih memungkinkan agar proses pemeliharaan drainase berjalan tanpa terlalu mengganggu mobilitas warga.
Pengangkutan sedimentasi menjadi salah satu bagian penting dalam pemeliharaan infrastruktur drainase perkotaan. Endapan lumpur dan material lain yang menumpuk di dasar saluran dapat mengurangi kapasitas tampung air sehingga perlu dibersihkan secara berkala.
“Musim kemarau dimanfaatkan untuk mengintensifkan pekerjaan tersebut sebelum curah hujan kembali meningkat. Dengan kondisi cuaca yang relatif kering, proses pengangkutan material diharapkan dapat berjalan lebih efektif,” kata Rita.
Kawasan Balikpapan Baru dan Sungai Ampal menjadi bagian dari wilayah yang mendapat perhatian dalam kegiatan pemeliharaan ini. Keberadaan saluran drainase yang berfungsi baik diperlukan untuk mendukung kelancaran aliran air, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Penumpukan sedimentasi yang dibiarkan dalam waktu lama dapat menyebabkan saluran tidak mampu menampung dan mengalirkan air secara maksimal. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko genangan di sejumlah titik, khususnya di kawasan perkotaan dengan aktivitas masyarakat dan kendaraan yang cukup tinggi.
Melalui pemeliharaan ini, Dinas PU berupaya menjaga fungsi drainase agar tetap optimal. Pembersihan saluran juga menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi perubahan cuaca, mengingat musim kemarau tidak berlangsung sepanjang tahun dan curah hujan dapat kembali meningkat.
Selain mempertimbangkan efektivitas pekerjaan, pengaturan waktu pada malam hari diharapkan dapat mengurangi dampak terhadap pengguna jalan. Dengan demikian, kegiatan pemeliharaan infrastruktur dapat tetap berlangsung tanpa menambah kepadatan lalu lintas pada siang hari.
Pemeliharaan drainase secara berkala menjadi salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk menjaga keandalan infrastruktur perkotaan. Penanganan sedimentasi diharapkan dapat membantu memperlancar aliran air dan meminimalkan potensi genangan saat hujan kembali mengguyur Kota Balikpapan. (ADV/Diskominfo Balikpapan)
Tulis Komentar