Iklan Dua

Ratusan Guru di PPU Berkompetisi di Porsenijar, Dinas Minta Anggaran APBD 2027 Mengalir Lagi

$rows[judul]
Porosnusantaranews,PENAJAM - Sebanyak 273 guru dari berbagai pelosok Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berkumpul di Dome Anden Oko, Nipah-nipah, pada Selasa, 20 Oktober 2026. 


Para pahlawan tanpa tanda jasa ini mengesampingkan kapur dan papan tulis sejenak untuk bersaing dalam Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) 2026.



Acara yang berlangsung selama empat hari ini dibuka langsung oleh Bupati PPU, Mudyat Noor.


Dalam sambutannya, Mudyat menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar mengejar piala, melainkan momentum krusial untuk mempererat solidaritas dan meredam kejenuhan para pendidik.


Menurut Mudyat, guru memikul beban strategis yang melampaui transfer ilmu di ruang kelas.


 "Guru bukan hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai moral, dan menumbuhkan semangat pantang menyerah pada generasi penerus," ujar Mudyat.


Ia berharap Porsenijar menjadi ruang penyegaran (refreshing) yang positif bagi para guru agar mereka tidak hanya berkembang secara profesional, tetapi juga memiliki ikatan emosional yang kuat antarsesama pendidik di PPU.


Di sisi lain, kelangsungan acara ini memicu harapan baru terkait komitmen anggaran pemerintah daerah. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan PPU, Muktar, secara terbuka berharap agar agenda serupa tidak mandek tahun ini saja. 


Ia meminta pemerintah daerah dan DPRD tetap menjamin alokasi pembiayaan Porsenijar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten PPU tahun 2027.


“Mudah-mudahan tahun 2027 tetap terlaksana seperti ini, dan tetap dianggarkan untuk tingkat kabupaten, provinsi, hingga pelaksanaan upacaranya,” kata Muktar.


Ajang Porsenijar PPU 2026 ini diikuti oleh perwakilan guru dari empat kecamatan yang telah lolos seleksi ketat.


Kecamatan Penajam mengirimkan delegasi terbesar dengan 80 peserta, disusul Kecamatan Babulu (65 peserta), Kecamatan Sepaku (53 peserta), dan Kecamatan Waru (51 peserta). 


Jalannya kompetisi dikawal oleh 30 juri dan wasit.
Para peserta akan unjuk gigi dalam 15 cabang perlombaan. Sektor olahraga mempertandingkan 7 cabang, mulai dari bola voli, sepak takraw, bulu tangkis, pickleball, tenis meja, catur, hingga senam PGRI.


Sementara di bidang seni, terdapat 7 cabang yang dilombakan meliputi solo vokal, melukis, tari tunggal, pencak silat, MTQ, baca puisi, dan kaligrafi. Selain olahraga dan seni, panitia juga melombakan 1 cabang khusus mengenai inovasi pembelajaran. (Adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)