Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Pohon tabebuya mulai menghiasi sejumlah ruas jalan di Kota Balikpapan. Ketika berbunga, tanaman ini menghadirkan warna-warni bunga yang sekilas menyerupai bunga sakura.
Penanaman tabebuya tidak hanya ditujukan untuk mempercantik wajah kota, tetapi juga menjadi bagian dari program penghijauan dan penyediaan pohon peneduh di sejumlah kawasan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan, penanaman tabebuya telah dilakukan pemerintah sekitar empat hingga lima tahun terakhir.
Menurutnya, sebelum tabebuya dikembangkan, jenis pohon peneduh yang banyak ditanam di sejumlah ruas jalan antara lain trembesi dan angsana.
Namun, DLH kemudian mulai menambah jenis pohon peneduh yang memiliki bunga, salah satunya tabebuya.
“Sudah lama, sudah sekitar empat tahun yang lalu kita mulai menanam tabebuya. Memang bukan hanya sebagai peneduh atau penghijauan, tetapi tanaman peneduh kita yang bisa berbunga salah satunya tabebuya,” kata Sudirman, Selasa (29/9/2026).
Penanaman tabebuya, lanjut dia, masih akan dilanjutkan. DLH telah mengidentifikasi sejumlah titik yang dinilai memiliki ruang untuk ditanami pohon tersebut.
Salah satu lokasi yang masuk rencana penanaman berada di kawasan Jalan Baru. Penanaman juga akan dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan ruang di sejumlah kawasan lainnya.
“Ada, titik-titik barunya ada. Rencana kita di daerah Jalan Baru, atau nanti ada space-space yang memang memungkinkan untuk kita tanam,” ujarnya.
Selain penanaman di titik baru, tabebuya juga dapat menjadi bagian dari program peremajaan pohon. Pohon yang sudah tua maupun mati akan dikurangi dan pada lokasi tertentu diganti dengan tanaman baru.
Sudirman menyebut salah satu jenis pohon yang dilakukan peremajaan adalah asam kuranji.
Saat ini, pohon tabebuya telah tersebar di sejumlah kawasan Balikpapan, di antaranya Gunung Malang, Kilometer 13, serta beberapa titik di Jalan Jenderal Sudirman.
“Yang ada kita sebar tergantung dengan lokasi. Mungkin ada penggantian pohon yang sudah tua atau mati, kita ganti dengan tabebuya,” jelasnya.
Ke depan, DLH juga berencana menambah tabebuya di sejumlah taman berukuran besar. Tanaman tersebut dinilai dapat memberikan daya tarik ketika memasuki masa berbunga.
Sudirman menjelaskan, tabebuya dapat berbunga setiap tahun. Namun, waktu dan intensitas bunganya dipengaruhi kondisi cuaca, terutama ketika memasuki musim panas.
“Sebenarnya tiap tahun bisa berbunga, cuma tergantung. Berbunganya pada saat musim panas biasanya,” katanya.
Di tengah kondisi cuaca panas dan belum turunnya hujan, DLH juga tetap melakukan pemeliharaan vegetasi di sepanjang jalan protokol.
Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni pemangkasan pohon untuk menjaga kondisi tanaman sekaligus mengantisipasi potensi gangguan terhadap pengguna jalan.
“Saat ini teman-teman kita lagi kerja memangkas di jalur-jalur protokol,” ujarnya.
Untuk kegiatan tersebut, DLH mengerahkan dua tim yang saat ini bekerja di wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur.
“Dua tim kita sekarang ini ada di Balikpapan Utara sama di Balikpapan Timur, sepanjang Teritip ke kota,” pungkasnya. (ADV/ Diskominfo Balikpapan)
Tulis Komentar