Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Pembangunan dan renovasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menjadi perhatian Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Halili Adinegara. Tak hanya memperbaiki infrastruktur jalan dan drainase, legislator daerah pemilihan Balikpapan Utara itu juga mendorong penguatan fasilitas Posyandu di sejumlah RT di Kelurahan Gunung Samarinda.
Halili menyebut, keberadaan Posyandu tak sekadar menjadi tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak. Fasilitas tersebut juga menjadi penunjang berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan PKK yang rutin digelar setiap bulan.
“Di dua RT kita juga akan membangun dan merenovasi Posyandu. Karena yang di RT 05 kondisinya cukup parah. Saat ini ibu-ibu PKK juga sedang gencar melaksanakan berbagai kegiatan, apalagi sudah ada instruksi dari DP3AKB agar kegiatan dilaksanakan paling tidak sebulan sekali,” kata Halili saat ditemui di kantor baru DPRD Balikpapan, pada Senin (10/8/2026).
Menurut dia, kebutuhan terhadap fasilitas pertemuan di lingkungan RT cukup tinggi. Karena itu, pembangunan Posyandu tidak harus menggunakan lahan yang luas. Yang terpenting, tersedia ruang yang representatif untuk menunjang kegiatan warga.
Halili mengaku, gagasan tersebut muncul setelah menerima masukan dari sejumlah ketua RT di Gunung Samarinda. Mereka berharap lahan yang tersedia di lingkungan masing-masing dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas masyarakat.
“Saya terinspirasi dari permintaan para ketua RT se-Gunung Samarinda. Kalau memang ada lahan yang bisa dibangun, misalnya 3x5 meter atau 3x4 meter, syukur-syukur 5x6 meter. Tidak perlu besar-besar, yang penting ada ruang untuk pertemuan,” ujarnya.
Salah satu lokasi yang telah disiapkan berada di RT 38. Halili menargetkan pembangunan Posyandu di wilayah tersebut dapat direalisasikan tahun depan. Lahan yang akan digunakan pun telah dihibahkan oleh masyarakat.
“Di RT 38 tahun depan akan saya bangun. Sampai saat ini sudah ada lahan yang dihibahkan masyarakat. Kalau tidak dimanfaatkan tentu sayang,” tuturnya.
Usulan tersebut, lanjut Halili, kini tinggal menunggu finalisasi dalam pembahasan anggaran 2027. Dia berharap aspirasi warga tersebut tetap masuk dan tidak tergeser dalam proses pembahasan anggaran.
“Pak RT-nya sudah mengajukan, apakah bisa diusulkan. Alhamdulillah, tinggal finalisasi pembahasan anggaran 2027. Mudah-mudahan aspirasi tersebut tidak tergoyahkan,” imbuhnya.
Bagi Halili, pembangunan Posyandu juga berkaitan erat dengan upaya pemerintah menekan angka stunting. Menurutnya, fasilitas yang memadai akan mendukung kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat lingkungan.
“Posyandu itu penting, penting sekali. Justru saya memikirkan Posyandu lebih dulu karena ini salah satunya untuk meminimalisasi atau menekan angka stunting,” tegasnya.
Meski demikian, pembangunan fasilitas tersebut tidak bisa dilakukan begitu saja. Status dan administrasi lahan harus dipastikan terlebih dahulu. Khusus lahan yang berasal dari hibah masyarakat, proses penyerahannya perlu dituntaskan agar dapat dicatat sebagai aset pemerintah daerah.
“Kita membutuhkan administrasinya. Apakah tanah tersebut sudah dihibahkan atau bagaimana. Nanti saya juga yang mengurus untuk dilimpahkan ke BKAD agar bisa menjadi aset Pemerintah Kota,” jelas politikus PKB tersebut.
Selain pembangunan baru, Halili menyebut renovasi Posyandu di RT 26 telah rampung. Fasilitas tersebut kini telah dilengkapi sejumlah kebutuhan, termasuk pendingin ruangan, dan sudah digunakan masyarakat.
“Untuk itu, yang berada di RT 26 Posyandunya sudah saya rehab. Sudah dipasang AC dan sudah dilengkapi. Sekarang sudah ditempati, tinggal menunggu peresmian,” katanya.
Dia juga menegaskan tidak memasang target jumlah Posyandu yang harus dibangun. Selama ada usulan dari RT dan tersedia lahan yang memungkinkan, pihaknya akan berupaya memfasilitasi.
“Tidak ada target jumlah, saya yang penting ada RT yang mengajukan, kita fasilitasi. Kalau bisa sebanyak-banyaknya. Di Gunung Samarinda ada 59 RT. Kalau memang ada lahannya, kami akan perjuangkan,” pungkasnya. (mto)
Tulis Komentar