Porosnusantaranews,BALIKPAPAN — Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan mengerahkan satu unit helikopter untuk mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Helikopter H225M Caracal Skadron 8 Lanud Atang Sandjaja, Bogor, Jabar tersebut diperbantukan atau back-up operasi atas permintaan Otorita IKN melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pengerahan helikopter telah mendapat persetujuan Mabes TNI dan Mabes TNI Angkatan Udara (AU).
Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana mengatakan, helikopter yang tiba di Balikpapan tersebut memiliki kemampuan water bombing untuk melakukan pemadaman dari udara.
"Sesuaikan dengan permintaan dari Otorita IKN melalui BNPB dan telah disetujui oleh Mabes TNI dan Mabes AU, Kepala Staf Angkatan Udara memerintahkan untuk BKO-kan satu pesawat helikopter yang sudah tiba hari ini," kata I Gusti Ngurah Sorga Laksana, Jum'at (4/8/2026).
Menurut dia, helikopter tersebut telah melakukan patroli udara untuk memetakan titik-titik kebakaran yang perlu segera ditangani.
"Sudah melaksanakan patroli udara dan sudah mengecek spot api ataupun kebakaran yang terjadi di sana, dan sudah dipetakan. Selanjutnya, kami siap untuk melaksanakan kegiatan pemadaman api dengan menggunakan water bombing," ujarnya.
Sekali Angkut 2 Ton Air
Helikopter tersebut dilengkapi bucket dengan kapasitas sekitar 2.000 liter atau setara dua ton air dalam sekali pengambilan.
Air tersebut kemudian dijatuhkan dari udara ke area yang terbakar untuk membantu proses pemadaman.
"Kapasitas untuk bucket-nya sendiri adalah 2.000 liter atau sekitar 2 ton air. Jadi sekali penyiraman adalah 2 ton," jelasnya.
Dari hasil patroli udara, salah satu titik yang dinilai paling mendesak berada di wilayah Wonotirto. Di lokasi tersebut terdapat lahan yang terbakar dan sumber air berupa danau atau embung yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasi pemadaman.
"Spot yang paling urgen saat ini adalah di Wonotirto. Di sana sudah terjadi kebakaran lahan, kemudian ada danau terdekat ataupun ada embung terdekat yang bisa digunakan untuk mengambil air dan melaksanakan pemadaman api tersebut," kata Sorga Laksana.
Tidak Ada Batas Waktu Operasi
Sorga Laksana mengatakan, operasi pemadaman melalui udara belum ditentukan batas waktunya. Pelaksanaan misi akan disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan kebakaran di kawasan IKN.
"Operasi ini sampai saat ini belum ada batas waktunya, jadi menyesuaikan tingkat ataupun kondisi yang ada di IKN," ujarnya.
Ia memastikan Lanud Dhomber akan terus mendukung pemadaman selama masih terdapat kebakaran yang membutuhkan penanganan dari udara.
"Selama masih ada kebakaran di sana, kita akan siap mendukung untuk melaksanakan pemadaman kebakaran lahan yang ada di IKN," lanjutnya.
Untuk sementara, pengerahan helikopter tersebut difokuskan pada wilayah IKN sesuai permintaan Otorita IKN. Jumlah penerbangan atau sortie dalam sehari akan menyesuaikan kondisi titik api di lapangan.
"Sortie nanti akan menyesuaikan. Apabila sudah bisa dipadamkan, maka kita akan standby lagi. Tapi kalau masih memungkinkan untuk melaksanakan pemadaman, kita akan terus melaksanakan operasi tersebut," katanya.
Libatkan Tujuh Personel
Dalam operasi awal ini, sebanyak tujuh personel yang merupakan kru helikopter telah berada di Balikpapan. Lanud Dhomber juga menyiapkan personel tambahan apabila dibutuhkan.
Selain kru udara, pemantauan titik api di kawasan IKN juga melibatkan personel TNI AU yang telah berada di lapangan.
Operasi pemadaman akan dilakukan dengan berkolaborasi bersama pemerintah daerah, Otorita IKN, TNI-Polri, serta masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.
"Untuk saat ini kru yang sudah hadir ada tujuh personel. Nanti kalau misalnya ada tambahan, kami persiapkan personel tambahan," ujar Sorga Laksana.
Ia menambahkan, koordinasi dengan seluruh unsur di lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan operasi water bombing dapat dilakukan secara efektif, terutama dalam menentukan lokasi kebakaran dan sumber air yang dapat digunakan helikopter. (man)
Tulis Komentar