Iklan Dua

DiskopUKM Sebut Daya Beli Masyarakat Kukar Stabil

$rows[judul]

Porosnusantaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DiskopUKM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memantu perkembangan daya beli masyarakat. Aktivitas belanja masyarakat disebut masih menunjukkan kondisi relatif stabil. Keramaian pengunjung dan transaksi dalam berbagai event menjadi salah satu indikator yang diamati.

Tenaga Ahli Pendamping Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan DiskopUKM Kukar, Agus Sriyani, mengatakan kondisi ekonomi memang dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Namun, aktivitas belanja yang terlihat dalam sejumlah kegiatan menunjukkan konsumsi masyarakat masih berjalan.

“Kalau kita melihat kondisi saat ini, kita tahulah dari kelas atas sampai bawah semuanya pun merasakan. Tapi kalau melihat masyarakat yang hadir dan berbelanja, itu juga seperti dalam tahap yang baik,” ujarnya, Minggu (1/11/2026).

Menurut Sriyani, antusiasme pengunjung dapat dilihat dari kebiasaan mereka membeli berbagai produk ketika menghadiri event. Sebagian konsumen bahkan membawa beberapa barang sekaligus setelah berkeliling area kegiatan.

“Kalau lagi ada event, tentengannya masih kanan kiri, belum yang dipegang, belum yang diminum. Jadi kalau ada kegiatan, konsumen juga masih semangat pada mau beli,” jelasnya.

Ia menilai, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan ekonomi masyarakat masih bergerak. Berbagai produk yang ditawarkan pelaku UMKM tetap mendapatkan perhatian konsumen, termasuk produk dengan harga yang relatif lebih tinggi.

Sriyani mencontohkan pelaksanaan Erau yang menghadirkan beragam produk kuliner dengan harga bervariasi. Menurutnya, konsumen tetap menunjukkan ketertarikan terhadap produk yang memiliki daya tarik tersendiri.

“Kalau melihat event Erau kemarin, harga-harganya itu lumayan. Mungkin ada yang berpikir sebentar dulu, tetapi sepertinya tidak sayang untuk mengeluarkan uang buat jajan,” katanya.

Meski demikian, Sriyani mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan kemampuan keuangan rumah tangga. Aktivitas konsumsi diharapkan dapat berjalan seimbang dengan pengelolaan pengeluaran yang bijak.

“Semoga konsumen kita juga lebih bijak memanfaatkan keuangan yang ada. Konsumtif boleh, tetapi tetap harus kita atur juga keuangannya,” tutupnya. (Adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)