Porosnusantaranews,PONTIANAK – Penataan jalur pedestrian yang terhubung dan nyaman di Kota Pontianak menarik perhatian DPRD Kota Balikpapan. Melalui kunjungan kerja yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Balikpapan H Yusri, rombongan mempelajari konsep pengembangan ruang publik, ruang terbuka hijau (RTH), hingga kawasan waterfront yang diterapkan Pemerintah Kota Pontianak.
Rombongan diterima langsung Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Ruang Pontive Center, pada Rabu (10/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang bertukar pengalaman terkait pembangunan perkotaan yang berorientasi pada kenyamanan masyarakat.
Edi mengatakan, setiap daerah memiliki tantangan pembangunan yang berbeda sehingga diperlukan kolaborasi dan saling berbagi pengalaman untuk mencari solusi terbaik.
“Dalam mengelola kota tentu masing-masing daerah memiliki tantangan dan kekurangan. Karena itu kita saling bertukar informasi dan pengalaman agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih baik,” ujarnya.
Menurut Edi, pemerintah daerah saat ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari berkurangnya dana transfer hingga implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 yang berpengaruh terhadap kemampuan fiskal daerah.
Ia menjelaskan, Kota Pontianak memiliki luas wilayah sekitar 118 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mendekati 700 ribu jiwa. Pada 2026, APBD Kota Pontianak tercatat sekitar Rp2,15 triliun setelah pengurangan dana transfer sebesar Rp235 miliar. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) berada di kisaran Rp867 miliar.
Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, Pemkot Pontianak tetap konsisten mengembangkan konsep kota yang humanis. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan ruang terbuka hijau, penghijauan kota, penataan trotoar yang nyaman, hingga pengembangan kawasan waterfront di sepanjang tepian Sungai Kapuas.
Edi yang berlatar belakang arsitek menilai ruang publik memiliki peran penting dalam memperkuat interaksi sosial masyarakat yang heterogen.
“Salah satu fokus pembangunan kami adalah memperbanyak ruang terbuka hijau. Dalam sejarahnya, Pontianak pernah mengalami konflik horizontal yang lebih banyak dipengaruhi faktor kesukuan. Karena itu kami menyediakan lebih banyak ruang publik sebagai sarana interaksi masyarakat agar hubungan sosial masyarakat semakin baik,” ungkapnya.
Selain memperluas ruang publik, Pemkot Pontianak juga mengembangkan aplikasi Sipohon dan menerapkan regulasi perlindungan pohon sebagai bagian dari program penghijauan kota. Penataan trotoar dilakukan dengan konsep tematik, teduh, aman, nyaman, dan saling terhubung untuk mendorong budaya berjalan kaki.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan H Yusri mengapresiasi sambutan yang diberikan Pemerintah Kota Pontianak. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan banyak referensi bagi pengembangan kawasan perkotaan di Balikpapan.
“Terus terang ini pengalaman pertama bagi kami dalam kunjungan kerja yang langsung diterima wali kota. Bahkan ada rekan kami yang merasa terharu atas sambutan yang diberikan,” katanya.
Yusri menuturkan, fokus utama kunjungan kerja kali ini adalah mempelajari sistem penataan pedestrian yang menjadi salah satu keunggulan Kota Pontianak. Menurut dia, keberadaan jalur pedestrian yang nyaman dan terhubung menjadi elemen penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
“Di Balikpapan, fasilitas pedestrian masih belum sepanjang dan sekomprehensif yang ada di sini. Apa yang kami lihat hari ini akan menjadi bahan masukan yang akan kami sampaikan kepada Pemerintah Kota Balikpapan,” ujarnya.
Ia berharap konsep pedestrian yang terintegrasi seperti di Pontianak dapat menjadi referensi dalam pembangunan Kota Balikpapan ke depan.
“Kami berharap pembangunan pedestrian tidak hanya dilakukan pada titik-titik tertentu, tetapi dapat terhubung secara lebih luas sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan antardaerah di Kalimantan melalui kerja sama dan pertukaran pengalaman pembangunan. Menurutnya, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi peluang bagi daerah-daerah di Kalimantan untuk tumbuh bersama melalui kolaborasi yang semakin erat. (*/kominfo/prokopim/mto)
Tulis Komentar