Iklan Dua

Dukung Energi Bersih, Alfamidi Hemat Rp7,9 Miliar dan Kurangi Jutaan Lembar Kertas

$rows[judul]

Porosnusantaranews.com, JAKARTA – PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) terus memperkuat komitmen terhadap kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan dan digitalisasi operasional. Hingga Oktober 2026, perusahaan telah mengoperasikan 49 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang mampu mengurangi emisi karbon hingga 2.976 ton.

Selain menekan emisi, penggunaan energi surya tersebut menghasilkan 5,5 juta kilowatt-jam (kWh) listrik dan menghemat biaya listrik hingga Rp7,9 miliar sejak pengoperasian dimulai pada 2023.

Komitmen lingkungan itu juga diwujudkan melalui gerakan paperless atau pengurangan penggunaan kertas. Sejak awal 2026 hingga Juni, Alfamidi berhasil menghemat lebih dari 2,2 juta lembar kertas, setara dengan upaya penyelamatan lebih dari 200 pohon.

Building Manager Alfamidi, Pembangunan Siregar, mengatakan pengoperasian PLTS Atap merupakan langkah perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus mengurangi emisi karbon.

“Puluhan PLTS Alfamidi ini mampu menghasilkan 5,5 juta kWh listrik dari energi surya (matahari). Bersamaan dengan itu, perusahaan mampu menghemat Rp7,9 miliar biaya listrik sepanjang periode pengoperasian,” kata Pembangunan.

Pemanfaatan energi surya dinilai strategis mengingat potensi energi matahari Indonesia sangat besar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat potensi energi surya nasional mencapai 3.294 gigawatt (GW).

Potensi tersebut menjadi peluang untuk mendorong penggunaan energi terbarukan dalam mendukung transisi energi nasional. Bagi Alfamidi, pemanfaatan PLTS Atap juga menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dalam kegiatan bisnis.

Digitalisasi Kurangi Penggunaan Kertas

Selain mengoptimalkan energi surya, Alfamidi menerapkan gerakan paperless di lingkungan kantor dan gudang atau warehouse sejak awal 2026.

Asset & General Service Manager Alfamidi, Theresia Lukas, mengungkapkan bahwa program tersebut dilakukan melalui pengurangan pencetakan dokumen, penerapan sistem digital, serta penggunaan penyimpanan elektronik.

“Gerakan paperless kami lakukan di office dan warehouse dengan mengurangi cetakan kertas, penerapan digitalisasi, penyimpanan elektronik demi menjaga bumi lebih hijau,” ujar Theresia.

Hingga Juni 2026, program tersebut berhasil menghemat lebih dari 2,2 juta lembar kertas. Perusahaan juga berencana melanjutkan upaya itu melalui inventarisasi proses bisnis yang masih menggunakan dokumen fisik untuk kemudian dialihkan ke sistem digital.

Langkah ini tidak hanya bertujuan mengurangi penggunaan kertas, tetapi juga meningkatkan efisiensi administrasi dan mengoptimalkan proses kerja. Pengurangan dokumen cetak turut mendukung upaya menekan sampah operasional dan kebutuhan bahan baku kertas.

Perkuat Komitmen Keberlanjutan

Pengoperasian PLTS Atap dan penerapan paperless menjadi dua langkah Alfamidi dalam menggabungkan efisiensi bisnis dengan kepedulian lingkungan.

Pemanfaatan energi terbarukan membantu menekan emisi dan biaya listrik, sedangkan digitalisasi mengurangi konsumsi kertas dalam aktivitas administrasi.

Melalui kedua inisiatif tersebut, Alfamidi berupaya memperkuat penerapan prinsip ESG sekaligus memberikan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Perusahaan diharapkan terus mengembangkan penggunaan energi bersih dan digitalisasi operasional agar efisiensi bisnis berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian sumber daya alam di Indonesia. (Ato/**)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)