Porosnusantaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – Kenaikan harga daging sapi menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menjaga keterjangkauan pangan masyarakat. Meski harga mengalami peningkatan, pemerintah daerah menyebut ketersediaan daging sapi masih mencukupi sehingga belum menunjukkan adanya persoalan kekurangan pasokan secara umum.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, mengatakan kondisi ketersediaan pangan perlu dilihat berdasarkan masing-masing komoditas. Dalam pemantauan yang dilakukan, daging sapi menjadi salah satu bahan pangan yang harganya mengalami kecenderungan naik, meskipun pasokannya masih tersedia.
“Kalau untuk daging sapi, memang harganya naik. Tetapi, untuk ketersediaannya masih aman,” ujar Ananias, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, kenaikan harga dan ketersediaan barang merupakan dua hal yang perlu dicermati secara berbeda. Pasokan yang mencukupi tidak selalu berarti harga di tingkat konsumen tetap stabil, sehingga perkembangan harga tetap perlu diperhatikan dalam menjaga keterjangkauan pangan.
Ananias menjelaskan, Dinas Ketahanan Pangan Kukar melakukan pemantauan terhadap berbagai komoditas pangan untuk mengetahui perubahan kondisi di pasar. Pemantauan tersebut membantu pemerintah memperoleh gambaran mengenai dinamika harga dan ketersediaan bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat.
“Setiap hari kita melakukan pemantauan harga pangan di pasar, termasuk harga daging sapi” katanya.
Ananias menyebut, data yang didapatkan menjadi bahan untuk melihat perkembangan harga komoditas dan mengidentifikasi perubahan yang memerlukan perhatian pemerintah.
Ia menjelaskan, sejauh ini, kondisi pangan Kukar secara umum masih terkendali. Karena itu, perkembangan harga daging sapi tetap menjadi perhatian dalam pemantauan rutin, tanpa mengabaikan kondisi ketersediaan komoditas pangan lainnya.
“Meski mengalami kenaikan dari sisi harga, tapi kalau dari segi pasokan, daging sapi di Kukar masih bisa dikendalikan," jelasnya.
Ananias berujar, pihaknya tetap perlu mencermati perkembangan harga daging sapi karena komoditas tersebut merupakan salah satu sumber protein hewani bagi masyarakat. Pemantauan secara berkala diharapkan membantu pemerintah mengikuti perubahan kondisi pasar, terutama ketika kenaikan harga berpotensi memengaruhi daya beli konsumen.
Dengan pasokan yang masih dinyatakan tersedia, perhatian pemerintah saat ini tidak hanya tertuju pada jumlah barang di pasar, tetapi juga pada perkembangan harga yang harus dibayar masyarakat.
"Pemantauan menjadi bagian dari upaya menjaga agar ketersediaan pangan di Kukar tetap terjaga di tengah perubahan kondisi pasar," pungkas Ananias.
Untuk diketahui, harga daging sapi di Kukar berkisar Rp160.000 hingga Rp170.000 per kilogram untuk kualitas lokal murni/pilihan, sementara di wilayah Kaltim secara umum harga daging sapi lokal tercatat sekitar Rp160.000 per kg dan daging sapi beku di supermarket sekitar Rp140.000 per kg. (Adv)
Tulis Komentar