Porosnusantaranews, PENAJAM — Skema baru program Kartu Penajam Cerdas (KPC) yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai memanen respons positif dari akar rumput.
Guyuran bantuan tunai senilai Rp 600.000 per siswa ini dinilai menjadi penyelamat dapur para wali murid di tengah impitan biaya perlengkapan sekolah yang terus mencekik.
Ungkapan lega itu salah satunya meluncur dari mulut Hanafi, salah seorang perwakilan wali murid.
Di sela-sela antrean penyaluran KPC untuk 202 orang tua di SMP Negeri 5 PPU pada Jumat, 6 November 2026, ia blak-blakan mengapresiasi kebijakan tersebut di depan kepala daerah.
"Pak Bupati, kami sangat berterima kasih sekali. Bantuan ini sangat membantu kami para orang tua murid," ujar Hanafi, menyuarakan isi hati ratusan wali murid yang hadir.
Bagi Hanafi dan para orang tua lain, dana segar tersebut bisa langsung diputar untuk membelikan anak-anak mereka seragam baru, sepatu, hingga tas tanpa harus menanti birokrasi pengadaan barang dari pemerintah.
Bupati PPU, Mudyat Noor, yang turun langsung membagikan kartu tersebut, tidak sendirian. Ia tampak didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Muchtar, Plt. Kepala Bappelitbang Ade Embong, serta jajaran pimpinan Bankaltimtara Cabang PPU sebagai mitra penyalur dana.
Mudyat menegaskan, KPC bukan sekadar program populis, melainkan instrumen mutlak untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Ia mengakui, meski biaya SPP sekolah saat ini sudah gratis, urusan printilan seperti sepatu, buku, dan seragam masih sering menjadi momok tersembunyi bagi keluarga prasejahtera.
"Kami dari Pemda PPU inginnya seluruh anak-anak yang menjadi tanggung jawab kita semua mendapat Kartu Penajam Cerdas. Sehingga ini memberi kelonggaran dan kemudahan, walaupun sekolahnya sudah gratis," kata Mudyat.
Namun, Mudyat juga menyelipkan wanti-wanti yang tegas. Ia meminta para orang tua disiplin dan tidak menyalahgunakan dana bantuan tersebut untuk kebutuhan konsumtif di luar urusan sekolah.
"Kami berharap Kartu Penajam Cerdas ini betul-betul digunakan manfaatnya untuk anak-anak," tuturnya menambahkan.
Bagi Pemkab PPU, investasi di sektor pendidikan adalah harga mati demi mencetak generasi yang kompetitif dan siap bersaing.
Melalui stimulus KPC yang tepat sasaran, pemerintah daerah optimistis bisa mengikis ketimpangan akses pendidikan di Penajam Paser Utara.(adv)
Tulis Komentar