Iklan Dua

ISPU Tembus 110, DPRD Balikpapan Pastikan PJJ Berjalan Sesuai Jadwal

$rows[judul]
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Kualitas udara di Kota Balikpapan kian memburuk akibat kabut asap. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat mencapai angka 110, yang masuk kategori sangat tinggi. Kondisi ini menjadi perhatian serius, terutama bagi sektor pendidikan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengatakan, tingginya angka ISPU menjadi dasar perlunya perhatian khusus terhadap aktivitas belajar mengajar di sekolah.

“Karena memang situasi kualitas udara kita di Kota Balikpapan ini sudah masuk di ISPU 110, jadi sudah sangat tinggi,” ujarnya, pada Selasa (14/10/2026).

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan bersama pihak terkait telah menggelar rapat untuk menentukan langkah antisipasi. Hasilnya, pembelajaran bagi peserta didik dialihkan ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Kemarin Dinas Pendidikan dan pihak terkait rapat dan keputusannya agar anak-anak ini belajar jarak jauh dan Alhamdulillah mulai hari ini berjalan,” jelasnya.

Gasali menegaskan, penerapan PJJ tidak mengurangi esensi proses belajar mengajar. Meski kegiatan dilakukan dari jarak jauh, pelaksanaan pembelajaran tetap mengikuti jam dan jadwal yang telah ditentukan.

“Tetapi tidak mengurangi esensi tahap belajar mengajarnya, tetap berjalan sesuai jam belajar. Pulangnya juga tetap sesuai jadwal, walaupun PJJ,” tegasnya.

Untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan optimal, Komisi IV DPRD Kota Balikpapan turut melakukan peninjauan ke sejumlah sekolah. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah SMP Negeri 1 Balikpapan.

Dalam peninjauan tersebut, Gasali melihat langsung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di sekolah tersebut. Hasilnya, kegiatan belajar mengajar dinilai berjalan lancar.

“Tadi kami sudah mengunjungi dan meninjau beberapa sekolah, saya dampingi di SMP 1 saja melihat kondisi tahap belajar jarak jauh, ya Alhamdulillah lancar,” ungkapnya.

Gasali berharap kondisi lingkungan yang terdampak kabut asap segera membaik sehingga peserta didik dapat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka seperti biasa. Namun, pemulihan kegiatan belajar di sekolah tetap menunggu imbauan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Harapan kita, keadaan lingkungan kita yang terkait dengan asap ini segera bisa membaik, anak-anak kita kembali belajar tatap muka. Kalau sudah normal, dari DLH sudah ada imbauan atau BMKG, tentunya kita berharap segera membaik,” pungkasnya. (ram/mto) 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)