Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendapat tawaran kolaborasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memperkuat pengembangan kota cerdas atau smart city melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Tawaran tersebut disampaikan Tim Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas (PIKKC) ITB saat beraudiensi dengan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Kamis (15/10/2026).
Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pengelolaan data, meningkatkan kualitas analisis, serta mendukung pengambilan kebijakan pemerintah yang lebih tepat sasaran. ITB menawarkan pengembangan infrastruktur teknologi dan sistem analitik berbasis AI untuk membantu Pemkot Balikpapan membaca berbagai persoalan perkotaan secara lebih komprehensif.
Meski demikian, rencana kerja sama tersebut belum diputuskan. Pemkot Balikpapan masih akan mengkaji kebutuhan teknologi yang ditawarkan beserta manfaatnya bagi pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, setiap peluang kerja sama harus terlebih dahulu dipelajari agar sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Sepanjang itu manfaatnya baik untuk Kota Balikpapan, kita suruh kaji dulu bersama. Dibicarakan secara intensif,” kata Rahmad.
Ia menegaskan, pemerintah kota akan mengarahkan kolaborasi tersebut apabila hasil kajian menunjukkan teknologi yang ditawarkan benar-benar diperlukan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kalau memang itu sangat diperlukan dan bermanfaat untuk Kota Balikpapan, kita akan mengarahkan,” ujarnya.
Direktur PIKKC ITB, Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng., menjelaskan, kedatangan timnya bertujuan mendukung percepatan pembangunan Balikpapan melalui pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan kota.
Menurut Suhono, salah satu aspek yang perlu diperkuat ialah pengelolaan data. Data yang akurat dan memiliki definisi yang jelas menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, sosial hingga lingkungan.
Ia mencontohkan, perbedaan cara membaca data dapat menghasilkan interpretasi yang berbeda terhadap kondisi masyarakat. Misalnya, angka pengangguran meningkat, tetapi angka kemiskinan justru menurun.
Kondisi tersebut, menurut dia, perlu dianalisis lebih mendalam dengan mempertimbangkan perubahan karakteristik pekerjaan dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Persoalan data sebagai sumber daya di Balikpapan, sehingga kebijakan dan keputusan itu tepat, baik masalah ekonomi, sosial maupun lingkungan,” kata Suhono.
Ia menilai, pemanfaatan teknologi juga berpotensi mendukung penguatan sumber daya manusia, sektor industri, kualitas hidup, layanan publik, hingga perencanaan pembangunan kota.
Dalam skema yang ditawarkan, ITB akan mendukung pengembangan infrastruktur teknologi dan sistem analitik berbasis AI untuk meningkatkan kualitas pendataan serta analisis di lingkungan Pemkot Balikpapan.
Penggunaan sensor juga dinilai dapat membantu pemerintah memperoleh informasi lebih cepat dan mendekati kondisi waktu nyata (real time). Dengan demikian, berbagai persoalan perkotaan diharapkan dapat terdeteksi lebih awal sehingga penanganannya bisa dilakukan secara lebih efektif.
“Kami tentu dari ITB membangun teknologi infrastruktur dan teknologi analitik yang menggunakan artificial intelligence, sehingga pendataan di Kota Balikpapan maupun analisis yang ada di Kota Balikpapan itu menjadi lebih baik,” ujarnya.
Suhono menekankan, pengembangan smart city tidak semestinya hanya berorientasi pada penggunaan perangkat digital. Teknologi harus mampu menjawab persoalan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat.
“Teknologi bukan tujuan, tapi teknologi adalah sebagai akselerator di dalam membangun Kota Balikpapan,” katanya.
Ia berharap, teknologi yang dikembangkan nantinya benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan daerah, bukan sekadar menjadi pelengkap atau simbol modernisasi.
“Kota Balikpapan itu mempunyai infrastruktur teknologi yang tepat. Bukan teknologi hanya sebagai aksesori, tetapi teknologi membantu mempercepat sehingga itu bermanfaat bagi Balikpapan,” tuturnya.
Pemkot Balikpapan selanjutnya akan membahas lebih lanjut bentuk kolaborasi bersama ITB, termasuk kebutuhan infrastruktur teknologi, sistem pengelolaan data, serta potensi penerapannya dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan kota. (ADV/ Diskominfo Balikpapan)
Tulis Komentar