Iklan Dua

Karhutla Berjarak 30-40 Km dari KIPP IKN, Pemadaman Dilakukan dari Darat dan Udara

$rows[judul]
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di dalam deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN) berada cukup jauh dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Titik kebakaran terdekat berjarak sekitar 30 hingga 40 kilometer dari kawasan inti.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan jarak tersebut menunjukkan bahwa kebakaran saat ini belum berada di sekitar kawasan inti pemerintahan IKN.


Meski demikian, penanganan tetap dilakukan secara intensif sebagai langkah pencegahan agar titik api tidak berkembang dan meluas menuju kawasan inti.

"Jadi titik-titik kebakaran itu terlihat tadi, jaraknya dari zona inti itu sekitar antara 30 sampai 40 kilometer, jadi cukup jauh," kata Danis.

Menurut Danis, lokasi kebakaran memang masih berada dalam deliniasi IKN. Deliniasi tersebut mencakup wilayah yang luas, termasuk sebagian wilayah Kutai Kartanegara hingga Penajam Paser Utara.

"Memang masih masuk di dalam deliniasi IKN. Tapi secara jarak itu sekitar 30 sampai 40 kilometer dari kawasan inti," ujarnya.

458 Hektare Merupakan Area Terdampak

Danis juga meluruskan mengenai angka 458 hektare yang sebelumnya disebut berkaitan dengan luasan karhutla di kawasan deliniasi IKN.

Menurut dia, angka tersebut merupakan luasan area yang terdampak, bukan luas lahan yang seluruhnya terbakar.

"458 hektare itu adalah area yang terdampak. Tadi bisa dilihat bahwa di area tersebut ada titik-titik yang terbakar, jadi tidak seluruhnya terbakar," kata Danis.

Dengan demikian, luas lahan yang benar-benar terbakar dipastikan lebih kecil dibandingkan angka 458 hektare karena kebakaran hanya terjadi pada titik-titik tertentu.

Danis mengatakan kondisi kebakaran saat ini juga telah jauh berkurang setelah dilakukan penanganan selama beberapa hari melalui operasi darat dan udara.

"Dan sekarang sebagian besar, seperti yang kita lihat dari hasil beberapa hari ini, penanganan di darat maupun di udara, sudah jauh berkurang," ujarnya.

Lima Titik Jadi Sasaran Penanganan

Penanganan karhutla dilakukan pada sejumlah titik di dalam deliniasi IKN. Setidaknya terdapat lima titik yang menjadi sasaran pemadaman dan pemantauan, termasuk kawasan Bukit Tengkorak, Bukit Merdeka, Wonotirto, serta titik di sekitar Kilometer 31.

Kelima titik tersebut ditangani dengan menyesuaikan kondisi medan. Lokasi yang masih dapat dijangkau personel ditangani melalui operasi darat, sedangkan area yang sulit diakses menjadi sasaran pemadaman dari udara.

"Upaya-upaya penanganan diawali sebetulnya waktu itu upaya penanganan dari darat. Melibatkan seluruh stakeholder, bukan hanya IKN, tapi TNI, Polri, Babinsa, kemudian juga dari masyarakat," kata Danis.

Penanganan dari darat juga melibatkan petugas Jasa Marga serta sejumlah perusahaan yang berada di sekitar lokasi terdampak.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memadamkan api sekaligus mencegah penjalaran kebakaran ke area lainnya.

Water Bombing untuk Lokasi Sulit Dijangkau

Selain pemadaman dari darat, Otorita IKN mendapat dukungan BNPB, TNI, dan BMKG untuk melakukan water bombing menggunakan helikopter.
Metode tersebut difokuskan pada area yang sulit dijangkau melalui jalur darat, termasuk kawasan Bukit Tengkorak dan sejumlah titik di Bukit Merdeka.

"Kemudian sejak beberapa hari yang lalu kita didukung oleh BNPB, TNI, dan juga BMKG untuk melakukan water bombing, terutama di area-area yang tidak bisa dicapai lewat darat," ujar Danis.

"Misalnya di daerah Bukit Tengkorak itu hanya bisa dicapai dengan water bombing, dengan helikopter. Juga di beberapa titik di Bukit Merdeka, itu bisa kita lakukan dengan water bombing," lanjutnya.

Menurut Danis, kombinasi pemadaman dari darat dan udara menjadi bagian penting dalam mempercepat pengendalian titik api, mengingat karakteristik medan di sejumlah lokasi cukup sulit dijangkau personel.

Patroli Tetap Dilakukan
Meski titik api telah jauh berkurang, Otorita IKN belum menganggap penanganan selesai. Patroli darat tetap dilakukan bersama TNI dan Polri untuk memastikan tidak muncul titik api baru.

Pemantauan dari udara juga tetap disiagakan untuk melihat perkembangan kondisi di lapangan.

"Jadi masih, misalnya tim darat akan tetap melakukan patroli dan juga penanganan. Kemudian juga dari udara tetap kita standby-kan untuk melihat perkembangannya sejauh mana," kata Danis.

Danis menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebakaran tidak kembali muncul dan meluas.

"Sudah jauh berkurang, namun kami tetap waspada untuk memastikan tidak timbul titik-titik baru," ujarnya.

Selain pemadaman, Otorita IKN juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Upaya tersebut diperkuat melalui aturan mengenai pembukaan lahan tanpa pembakaran.

Danis mengatakan pencegahan tetap menjadi bagian penting karena munculnya kembali titik api dapat memperbesar risiko kebakaran meluas.

"Kita menghindari hal itu," kata Danis.

Dengan titik kebakaran terdekat masih berada sekitar 30–40 kilometer dari KIPP, Otorita IKN memastikan penanganan terus dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pemadaman darat untuk area yang dapat dijangkau dan water bombing untuk lokasi yang sulit diakses, disertai patroli serta pemantauan udara secara berkelanjutan. (man) 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)