Iklan Dua

ODGJ Mulai Meningkat di Balikpapan, DPRD Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Mental hingga Tingkat RT

$rows[judul]
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Meningkatnya keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mulai terlihat di sejumlah wilayah Kota Balikpapan mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Hj Iim Rahman. Ia menilai persoalan kesehatan mental tidak bisa dianggap sepele dan memerlukan penanganan terpadu yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, hingga masyarakat.

Menurut Iim, langkah Pemerintah Kota Balikpapan menghadirkan layanan kesehatan mental di puskesmas merupakan upaya positif yang patut diapresiasi. Kehadiran tenaga profesional dinilai mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan jiwa secara lebih cepat dan mudah.

Hal itu disampaikan Iim Rahman saat ditemui di Kantor DPRD Balikpapan, pada Senin (8/6/2026).

"Alhamdulillah sekarang pemerintah sudah memberikan perhatian terhadap kesehatan mental masyarakat. Ini penting karena penyakit mental sering kali tidak terlihat secara fisik, tetapi dampaknya sangat besar bagi kehidupan seseorang maupun keluarganya," ujarnya.

Politikus PKS itu menjelaskan, gangguan kesehatan mental umumnya dipicu berbagai tekanan hidup, seperti persoalan ekonomi, pekerjaan, hingga masalah rumah tangga. Jika tidak ditangani sejak dini, kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala awal yang muncul. Konsultasi dan pemeriksaan sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi psikologis seseorang semakin memburuk.

"Kalau ada keluhan, merasa stres berkepanjangan, cemas berlebihan, atau mengalami perubahan perilaku, jangan menunggu sampai parah. Segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan. Gangguan psikologis juga merupakan penyakit yang perlu mendapat pengobatan dan pendampingan," katanya.

Iim juga menyoroti masih kuatnya stigma terhadap penderita gangguan kesehatan mental. Padahal, menurutnya, gangguan mental sama seperti penyakit lainnya yang membutuhkan penanganan medis serta dukungan sosial dari lingkungan sekitar.

"Sering kali orang takut diperiksa karena khawatir dicap atau dinilai negatif. Padahal kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Jangan sampai stigma membuat seseorang terlambat mendapatkan pertolongan," tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan gangguan mental. Salah satunya melalui peran aktif ketua RT sebagai pihak yang paling dekat dengan kondisi warga di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, ketua RT memiliki posisi strategis untuk mendeteksi lebih awal warga yang mengalami gangguan kesehatan mental sekaligus menjadi penghubung dengan keluarga, puskesmas, maupun instansi terkait.

"RT adalah ujung tombak di lingkungan masyarakat. Jika ada warga yang mengalami masalah kesehatan mental atau menunjukkan gejala tertentu, segera koordinasikan dengan keluarga dan fasilitas kesehatan terdekat. Jangan dibiarkan berlarut-larut," ujarnya.

Iim berharap layanan kesehatan mental yang kini tersedia di puskesmas dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Dengan deteksi dini, dukungan keluarga, dan kepedulian lingkungan, kasus gangguan jiwa maupun ODGJ dapat ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling peduli. Jangan mengucilkan mereka yang mengalami gangguan mental. Berikan dukungan dan bantu mereka mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan. Semakin cepat ditangani, semakin besar kesempatan untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan secara normal," pungkasnya. (mto) 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)