Iklan Dua

Penjualan Honda di Kaltim Naik 3 Persen pada Mei, Astra Motor Tetap Waspadai Perlambatan Ekonomi

$rows[judul] Keterangan Gambar : Manager Marketing Astra Motor Kaltim 1, Andreas Nathanael
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Penjualan sepeda motor Honda di Kalimantan Timur menunjukkan tren positif pada Mei 2026. Astra Motor Kaltim 1 mencatat penjualan tumbuh sekitar 3 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Manager Marketing Astra Motor Kaltim 1, Andreas Nathanael, mengatakan kenaikan tersebut sejalan dengan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat dan mendukung aktivitas perekonomian.

“Penjualan pada Mei mengalami peningkatan sekitar 3 persen dibanding periode sebelumnya. Ini sejalan dengan sejumlah kebijakan pemerintah yang mendukung daya beli dan perekonomian masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, pada Sabtu (6/6/2026).

Meski secara bulanan mengalami pertumbuhan, kondisi pasar sepeda motor di Kalimantan Timur secara kumulatif hingga Mei 2026 masih mencatat penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Andreas, perekonomian daerah saat ini tengah berada dalam fase penyesuaian. Beberapa sektor yang sebelumnya menjadi motor penggerak ekonomi mengalami perubahan tahapan aktivitas.

Ia mencontohkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kini memasuki fase lebih normal dibandingkan masa awal pembangunan. Sementara proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) telah memasuki tahap produksi sehingga kebutuhan tenaga kerja tidak lagi sebesar sebelumnya. Di sisi lain, sektor batu bara juga tengah menghadapi berbagai tantangan.

“IKN kini memasuki fase yang lebih normal dibanding masa pembangunan awal. RDMP juga sudah masuk tahap produksi sehingga kebutuhan tenaga kerja tidak sebesar sebelumnya. Sementara sektor batu bara juga menghadapi sejumlah tantangan,” jelasnya.

Kendati demikian, Astra Motor tetap optimistis kondisi ekonomi Kalimantan Timur akan membaik pada semester II 2026. Optimisme tersebut didorong harapan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

Andreas juga menilai pelemahan nilai tukar rupiah hingga saat ini belum berdampak signifikan terhadap penjualan sepeda motor Honda di Kalimantan Timur.

“Untuk saat ini belum ada pengaruh yang berarti. Namun ke depan tentu tetap ada potensi dampak karena struktur ekonomi Kaltim cukup banyak ditopang sektor manufaktur dan industri pengolahan. Meski begitu, kami masih optimistis kondisi ekonomi akan membaik pada semester kedua tahun ini,” pungkasnya. (mto) 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)