Iklan Dua

Rian Indra Saputra Dikukuhkan sebagai Ketua LPM Muara Rapak, Tekankan Sinergi dan Gotong RoyongSebanyak 60 Pengurus LPM Muara Rapak Dikukuhkan, Damanhuri Tekankan Konsolidasi: Jangan Bawa Perbedaan Pemilihan

$rows[judul]
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Pengurus baru Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, resmi dikukuhkan. Sebanyak 60 pengurus akan mengemban amanah periode 2026–2029.

Pengukuhan digelar di Aula SD Patra Dharma 1, Gunung Pipa, Balikpapan Utara, pada Sabtu (8/8/2026). Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat hadir dalam agenda tersebut. Di antaranya Camat Balikpapan Utara Umar Adi, Ketua Asosiasi DPD LPM Kota Balikpapan Damanhuri, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur Abdulloh, anggota DPRD daerah pemilihan Balikpapan Utara, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah tamu undangan.



Ketua Asosiasi DPD LPM Kota Balikpapan Damanhuri memberikan pesan khusus kepada pengurus yang baru dikukuhkan. Ia meminta proses pemilihan yang telah dilalui tidak lagi menjadi sumber perbedaan di tubuh LPM.

Menurut Damanhuri, perbedaan dalam proses demokrasi merupakan sesuatu yang wajar. Namun, setelah pemilihan selesai, seluruh pihak harus kembali menyatukan langkah dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Proses pemilihan sudah berjalan dengan baik. Kadang masih menyisakan sesuatu yang justru mengganggu konsolidasi. Idealnya setelah proses pemilihan selesai, semuanya kita jadi satu,” ujar Damanhuri.

Ia meminta pengurus LPM tidak membawa sisa-sisa perbedaan selama proses pemilihan ke dalam kepengurusan baru. Sebab, persoalan tersebut dikhawatirkan mengganggu hubungan sosial sekaligus kemitraan LPM dengan pemerintah kelurahan.

“Kalau ada sesuatu yang kurang pas, dibicarakan dengan baik. Kalau ada yang berbeda itu soal biasa, bukan berarti meruncing atau mengganggu silaturahim maupun kemitraan,” katanya.

Damanhuri sekaligus mengingatkan posisi strategis LPM dalam mendorong pemberdayaan masyarakat. Keterbatasan pemerintah dalam menjangkau seluruh persoalan warga, menurut dia, membuat partisipasi masyarakat menjadi kebutuhan.

“Jangkauan pemerintah itu terbatas. Pak Camat jangkauannya terbatas, Pak Lurah juga terbatas. Maka masyarakat bukan lagi menjadi objek, tetapi harus menjadi subjek pembangunan,” tegasnya.

Karena itu, pola pembangunan harus dibangun melalui kemitraan pemerintah dan masyarakat. LPM menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam pembangunan di tingkat kelurahan.

“Bukan Lurah berjalan sendiri, Camat berjalan sendiri, LPM sendiri. Tidak. Semuanya harus menjadi kemitraan. LPM adalah wadahnya masyarakat,” ujarnya.



Sementara itu, Camat Balikpapan Utara Umar Adi menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus LPM Muara Rapak periode 2026–2029.

Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus membantu pemerintah kelurahan menjalankan berbagai program pembangunan.

“Bantu kami untuk bersinergi dalam hal melayani masyarakat bersama tim kelurahan. Jangan sampai hal-hal seperti ini menjadi momentum menurunnya pelayanan terhadap masyarakat,” kata Umar.

Koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah kecamatan maupun kelurahan juga diminta terus dijaga hingga masa kepengurusan berakhir.

Umar menilai LPM Muara Rapak memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan. Ia optimistis organisasi tersebut dapat berjalan lebih baik di bawah kepemimpinan Ketua LPM Muara Rapak H Rian Indra Saputra.

“Saya yakin dan percaya di bawah pimpinan Bapak Haji Rian, LPM Kelurahan Muara Rapak akan berjalan dengan lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua LPM Muara Rapak H Rian Indra Saputra menyebut amanah periode 2026–2029 sebagai tanggung jawab besar.

“Kami menyadari bahwa LPM adalah mitra pemerintah kelurahan dan wadah partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan,” tuturnya.

Rian mengapresiasi pemerintah kecamatan, kelurahan, serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada kepengurusan baru. Penghargaan juga disampaikan kepada pengurus LPM periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan.

Untuk periode baru, Rian memastikan LPM Muara Rapak akan fokus pada tiga program utama. Yakni pemberdayaan masyarakat, pembangunan, serta sosial dan budaya.

“Kami tidak berjalan sendiri. Kami mohon dukungan, bimbingan, dan kerja sama dari Bapak Lurah, para ketua RT dan seluruh masyarakat. Mari kita bersinergi untuk mewujudkan Muara Rapak mandiri dan sejahtera,” katanya.



Sejumlah kegiatan kemasyarakatan bahkan telah mulai dijalankan sejak surat keputusan kepengurusan diterbitkan pada Juni 2026.

Salah satu agenda yang akan diperkuat adalah gotong royong dan swadaya masyarakat. Rian menargetkan kegiatan tersebut dapat berlangsung rutin, minimal dua minggu sekali atau bahkan setiap pekan.

“Kalau kepengurusan baru periode 2026–2029 ini, setiap minggu ada kegiatan untuk kerja bakti. Itu yang akan kita hidupkan, bagaimana konsolidasi masyarakat untuk masalah swadaya,” jelas Rian.

Sebelum pengukuhan, LPM Muara Rapak juga telah terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Di antaranya mendukung kegiatan pembangunan Jembatan Merah Putih yang dilaksanakan Kodim serta kerja bakti bersama TNI di lingkungan RT 3.
Ke depan, Rian memastikan kegiatan serupa akan terus dilanjutkan dengan melibatkan masyarakat secara lebih luas.

“Insyaallah ke depannya kita tetap terus melakukan kegiatan-kegiatan. Kalau bisa minimal dua minggu sekali atau seminggu sekali kita mengajak seluruh masyarakat Kelurahan Muara Rapak untuk terlibat dalam kegiatan swadaya masyarakat,” pungkasnya. (mto)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)