Iklan Dua

Smart TV Masuk Sekolah, Kukar Tetap Prioritaskan Fasilitas Dasar Pendidikan

$rows[judul]
Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Digitalisasi pembelajaran di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diarahkan agar berjalan seiring dengan pemenuhan fasilitas dasar sekolah. Pemerintah daerah menyambut program penyediaan Smart TV dari pemerintah pusat, tetapi menilai pembenahan sarana pendidikan dan peningkatan kualitas guru tetap menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan teknologi dapat membantu memperkaya proses belajar mengajar apabila digunakan sesuai kebutuhan. Karena itu, kehadiran perangkat digital di sekolah perlu didukung kesiapan lingkungan belajar dan tenaga pendidik.

“Pada prinsipnya, kita menyambut baik program dari pemerintah pusat. Apa pun yang bisa mendukung proses belajar mengajar dan meningkatkan kualitas pendidikan tentu perlu kita dorong,” ujar Aulia, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, Kukar telah memiliki pengalaman dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi sebelum program Smart TV dari pemerintah pusat diperkenalkan. Pemerintah daerah pada periode sebelumnya telah menyediakan perangkat pembelajaran interaktif dan memberikan dukungan konektivitas internet melalui perangkat Starlink untuk sekolah.

“Kita sudah memiliki pengalaman menyediakan perangkat interaktif di sekolah. Dukungan internet juga menjadi bagian dari upaya agar pembelajaran digital bisa dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Meski demikian, keberadaan teknologi belum cukup untuk menjawab seluruh kebutuhan pendidikan. Pemerintah daerah masih perlu memperhatikan kondisi ruang kelas, kelengkapan fasilitas penunjang, serta sarana dasar yang digunakan siswa setiap hari.

“Teknologi itu penting, tetapi kebutuhan dasar sekolah juga tidak boleh kita abaikan. Ruang belajar yang layak dan fasilitas yang memadai tetap harus menjadi perhatian,” tuturnya.

Salah satu fasilitas yang disoroti ialah toilet sekolah. Sanitasi yang layak merupakan bagian dari lingkungan pendidikan yang mendukung kenyamanan siswa selama mengikuti pembelajaran. Pemenuhannya dinilai perlu berjalan beriringan dengan pengembangan sarana digital.

“Kita juga harus memastikan fasilitas dasar di sekolah tersedia dengan baik, termasuk toilet. Jangan sampai kita berbicara tentang digitalisasi, tetapi kebutuhan mendasar anak-anak di sekolah belum terpenuhi,” ucap Aulia.

Selain infrastruktur, kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi juga menjadi perhatian. Perangkat pembelajaran digital membutuhkan tenaga pendidik yang mampu mengintegrasikan materi interaktif ke dalam metode pengajaran agar penggunaannya tidak sebatas memenuhi kelengkapan fasilitas sekolah.

Aulia menegaskan, pengembangan pendidikan harus mencakup peningkatan kompetensi sekaligus perhatian terhadap kesejahteraan guru. Kedua aspek tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas pembelajaran ketika sekolah mulai memanfaatkan lebih banyak teknologi.

“Perangkatnya harus kita siapkan, tetapi kemampuan gurunya juga harus terus ditingkatkan. Kita ingin teknologi yang tersedia benar-benar membantu proses pembelajaran, bukan sekadar menjadi fasilitas di sekolah,” pungkasnya. (Adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)