Iklan Dua

Tampil di KKI 2026, UMKM Binaan BI Balikpapan Curi Perhatian Tokoh Nasional

$rows[judul]
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Panggung nasional menjadi momentum bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan untuk menunjukkan kualitas produk daerah. Tiga UMKM sektor wastra dan ready to wear binaan KPwBI Balikpapan bahkan berhasil membukukan penjualan lebih dari Rp80 juta selama empat hari gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Tak hanya mencatat transaksi positif, produk-produk UMKM asal Kalimantan Timur tersebut juga mendapat perhatian dan apresiasi sejumlah pejabat tinggi negara serta tokoh nasional yang mengunjungi booth KPwBI Balikpapan pada hari pertama pelaksanaan KKI 2026.

Di antaranya Hj. Syarifah Suraidah Rudy Mas’ud atau yang akrab disapa Bunda Harum selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Timur, Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa, Komisaris Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Agus D.W. Martowardojo, serta sejumlah tokoh nasional lainnya.

Kehadiran para tokoh tersebut menjadi kesempatan penting bagi UMKM binaan KPwBI Balikpapan untuk memperkenalkan kekayaan produk kreatif Kalimantan Timur. Sekaligus menunjukkan bahwa produk daerah memiliki kualitas, desain, dan cerita yang mampu bersaing di panggung nasional.

KKI 2026 sendiri digelar Bank Indonesia pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC Jakarta. Gelaran tersebut merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia dalam mengembangkan UMKM guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Tahun ini, KKI mengangkat semangat “Beudaya Meusare Sare” dari Aceh yang bermakna berdaya dan bersama-sama. KKI 2026 juga menjadi bagian dari upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.

Penyelenggaraan KKI 2026 dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming. Turut hadir Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 menjadi wadah sinergi lintas sektor untuk memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan pasar UMKM.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bank Indonesia bersinergi dengan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis. Kegiatan juga didukung dan dihadiri duta besar negara sahabat, perwakilan kementerian/lembaga terkait, asosiasi, perbankan, dan para pelaku usaha.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing,” ujar Destry Damayanti saat membuka rangkaian KKI 2026.

Menurut dia, bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Sedangkan berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor.

Secara nasional, peran UMKM sebagai salah satu pilar ekonomi tercermin dari jumlah pelaku usaha yang mencapai 64 juta. Sektor ini menyerap 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Karena itu, UMKM terus didorong menjadi penggerak utama ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kebijakan pengembangan UMKM Bank Indonesia diarahkan melalui tiga strategi utama. Yakni ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing, pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan, serta literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan yang meluas.

Strategi tersebut diwujudkan melalui penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi. Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk mencintai dan bangga terhadap produk buatan UMKM Indonesia sekaligus mendukung UMKM agar bangkit dan semakin berdaya saing.

Produk Kaltim Unjuk Kualitas

Dalam KKI 2026, KPwBI Balikpapan membawa lima UMKM mitra/binaan untuk menampilkan produk unggulan. Tiga UMKM berada pada kategori wastra dan ready to wear, yakni Batik Sekar Buen, Batik Poyung, dan Batik Zahro. Sementara sektor makanan dan minuman diwakili Salakilo dan Kampoeng Timur.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas eksposur dan akses pasar produk UMKM mitra KPwBI Balikpapan, baik di pasar nasional maupun ekspor.

Sektor wastra dan ready to wear menjadi salah satu yang mencuri perhatian. Batik Poyung dan Batik Zahro yang berasal dari Kota Balikpapan menghadirkan batik dengan desain kontemporer yang tetap berakar pada kekayaan alam dan budaya Kalimantan. Sementara Batik Sekar Buen berasal dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Batik Poyung menghadirkan busana siap pakai, kain batik, scarf, dan tas kerajinan yang dibalut batik tulis bertema ampiek yang dibuat secara handmade.

Batik Zahro menawarkan wastra, ready to wear, serta aksesori fesyen dengan inovasi penggunaan pewarna alami dari limbah kayu bangkirai. Sedangkan Batik Sekar Buen membawa cerita kekayaan alam dan budaya Borneo melalui motif khas seperti enggang, rusa sambar, dan anggrek hitam.

Keberhasilan ketiga UMKM tersebut menembus KKI 2026 tidak datang begitu saja. Mereka harus melalui proses kurasi ketat dari para kurator ternama.

KPwBI Balikpapan sebelumnya telah memfasilitasi workshop studi tiru ke Solo, Jawa Tengah, pada 2025 yang melibatkan 15 UMKM wastra dan ready to wear, termasuk peserta KKI. Workshop tersebut berfokus pada teknik inovasi desain dan motif, pemanfaatan pewarna alam, metode penghitungan biaya dan harga pokok penjualan (HPP), desain ready to wear kekinian, serta penguatan aspek pasar.

Upaya peningkatan kapasitas tersebut dilanjutkan melalui workshop yang diselenggarakan KPwBI Balikpapan pada awal 2026. Kegiatan itu semakin memperkuat pengetahuan dan kapasitas UMKM mitra mengenai inovasi desain dan motif wastra, termasuk ready to wear.

Hasilnya mulai terlihat. Kualitas produk semakin meningkat, inovasi desain dan kreasi motif semakin kuat, serta produk semakin mampu menyesuaikan dengan permintaan dan selera pasar. Kondisi tersebut turut mendukung tiga UMKM mitra KPwBI Balikpapan lolos mengikuti KKI 2026.

Capaian di Jakarta pun terbilang menggembirakan. Selama empat hari penyelenggaraan, tiga UMKM binaan KPwBI Balikpapan pada kategori wastra dan ready to wear berhasil mencatat total penjualan lebih dari Rp80 juta.

Nilai transaksi tersebut menjadi gambaran tingginya apresiasi pasar terhadap kualitas dan keunikan produk yang ditampilkan. Inovasi motif dan desain yang mengangkat kekayaan serta identitas budaya Balikpapan dan PPU juga terbukti memiliki daya tarik bagi konsumen di tingkat nasional.

Capaian itu sekaligus menjadi bukti bahwa UMKM di wilayah kerja KPwBI Balikpapan terus mengalami peningkatan kualitas dan daya saing produk atau naik kelas. Kemampuan menghasilkan produk yang inovatif serta berorientasi pada permintaan dan selera pasar menjadi modal penting untuk memperluas pasar.

Bidik Pasar Ekspor

Tak hanya UMKM wastra, peluang memperluas pasar juga terbuka bagi UMKM sektor makanan dan minuman mitra KPwBI Balikpapan.

Salakilo dan Kampoeng Timur mendapat kesempatan mengikuti penjajakan business matching secara luring dengan enam calon buyer dari Australia, China, Taiwan, Afrika, Amerika, dan Singapura.

Fasilitasi tersebut diharapkan membuka peluang transaksi dan kerja sama bisnis sekaligus memperluas akses pasar domestik maupun ekspor. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapan UMKM binaan Bank Indonesia Balikpapan dalam memenuhi kebutuhan dan standar pasar yang lebih luas.

Dengan demikian, keikutsertaan dalam KKI 2026 bukan sekadar ajang promosi. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong UMKM lokal di wilayah kerja KPwBI Balikpapan meningkatkan kualitas produk, memahami permintaan dan selera pasar, memperkuat jejaring usaha, serta meningkatkan daya saing agar mampu naik kelas.

KKI Makin Besar

KKI 2026 merupakan penyelenggaraan yang ke-11. Tahun ini, terdapat lima aspek kebaruan yang dihadirkan. Yakni melalui program CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak berupa zero emission dan zero waste to landfill serta pengembangan zona hijau.

Selama empat hari penyelenggaraan pameran di JICC, lebih dari 550 UMKM ambil bagian. Sementara pameran daring melalui platform digital www.karyakreatifindonesia.co.id melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan. Mulai talkshow ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, showcase UMKM unggulan secara daring dan luring, area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, hingga berbagai kegiatan aktivasi, ruang interaksi, dan instalasi hijau.

Beragam produk UMKM hasil kurasi ditampilkan dalam gelaran tersebut. Mulai wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.

Meski pameran secara langsung di Hall A dan B JICC Jakarta telah berakhir, kesempatan masyarakat untuk mendukung UMKM peserta KKI 2026 masih terbuka. Masyarakat dapat berbelanja produk UMKM melalui situs www.karyakreatifindonesia.co.id yang hingga kini masih membuka akses penjualan produk peserta KKI 2026.

KPwBI Balikpapan mengajak masyarakat ikut mengambil bagian dalam mendukung UMKM Indonesia dengan membeli dan menggunakan produk-produk unggulan karya pelaku usaha lokal.

Sebab, dukungan terhadap UMKM bukan hanya soal transaksi. Lebih dari itu, menjadi bagian dari upaya bersama agar UMKM Indonesia terus bangkit, tangguh, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)