Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Reses anggota DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi Golkar, Suriani, di RT 25 Manggar Baru, Balikpapan Timur, pada Jumat (1/5/2026), diwarnai berbagai keluhan warga. Mulai dari persoalan drainase, fasilitas sampah, hingga dukungan bagi pelaku UMKM.
Kegiatan serap aspirasi itu menjadi ruang dialog langsung antara warga dan wakil rakyat. Suriani menegaskan, reses merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. “Kami wajib menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu keluhan datang dari Nisa, warga RT 17, yang meminta perbaikan drainase di wilayah perbatasan Rajinarta. Ia mengungkapkan saluran air kerap tertimbun sampah dan memicu genangan.
Menanggapi hal itu, Suriani memastikan usulan akan dikaji lebih dulu, termasuk status lahan. “Harus dipastikan itu fasilitas umum, bukan milik pribadi. Kalau memenuhi syarat, akan kami ajukan di perubahan anggaran,” jelasnya. Ia menyebut pengajuan akan dimasukkan melalui sistem perencanaan daerah (SIPD) dan diproses sesuai mekanisme.
Keluhan lain disampaikan Musdalifa, warga RT 25, terkait minimnya tempat sampah. Ia mengusulkan adanya bak sampah di tiap gang agar warga tidak membuang sampah sembarangan.
Namun, Suriani menilai penempatan bak sampah di setiap gang perlu dipertimbangkan. Berdasarkan pengalamannya, banyaknya titik sampah justru bisa mencerminkan pengelolaan yang kurang baik. Ia mendorong optimalisasi tempat pembuangan yang sudah ada di kawasan RT 21, serta membuka opsi penyediaan tempat sampah skala terbatas dengan konsep yang lebih tertata.
“Bisa pakai drum kecil yang dicat rapi. Nanti kita bantu fasilitasi, tapi tetap harus menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.
Di sisi lain, warga juga menanyakan prosedur pengurusan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Suriani menjelaskan, proses dapat diawali melalui puskesmas sebelum dilanjutkan ke dinas terkait. Ia mengakui prosesnya cukup ketat, termasuk standar kebersihan dan jarak fasilitas produksi.
“Pernah ada program gratis di kecamatan. Ke depan akan kami dorong lagi pelatihan dan fasilitasi UMKM setiap tahun,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya gotong royong dalam menjaga lingkungan, termasuk pencegahan penyakit seperti DBD. Warga diminta aktif menjaga kebersihan serta mengawasi aktivitas anak-anak, terutama di malam hari.
Suriani menegaskan, seluruh usulan tidak bisa langsung direalisasikan. Setiap program harus melalui tahapan pengajuan, verifikasi, hingga persetujuan anggaran. Meski demikian, ia berkomitmen mengawal aspirasi warga agar masuk prioritas.
“Semua akan kami input. Insyaallah kami perjuangkan, tapi mohon bersabar karena ada prosesnya,” tutupnya. (mto)
Tulis Komentar