Porosnusantaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memanfaatkan data dari penyedia layanan telekomunikasi untuk memantau pergerakan wisatawan di sejumlah kawasan. Langkah tersebut dilakukan guna memperoleh gambaran kunjungan yang lebih terukur, terutama pada destinasi dan lokasi penyelenggaraan kegiatan pariwisata.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Darmawan, menjelaskan pemantauan dilakukan dengan memanfaatkan data jaringan dari provider Telkomsel dan XL. Data tersebut membantu instansinya melihat aktivitas pergerakan pengunjung di titik-titik yang menjadi kawasan wisata.
“Kita bekerja sama dengan provider, ada Telkomsel dan XL. Mereka memiliki data dari jaringan BTS yang bisa dimanfaatkan untuk melihat pergerakan pengunjung,” ujarnya, Jumat (6/11/2026)
Menurut Awang, Dispar terlebih dahulu menyampaikan lokasi yang menjadi titik perhatian pemantauan. Informasi tersebut kemudian menjadi acuan untuk melihat aktivitas perangkat yang terdeteksi melalui jaringan telekomunikasi di kawasan tersebut.
“Lokasi-lokasi wisata yang ingin kita pantau itu kita sampaikan kepada provider. Dari sana kita bisa mendapatkan gambaran pergerakan orang di lokasi tersebut,” katanya.
Ia menilai, pemanfaatan data provider dapat membantu pemerintah daerah memahami pola kunjungan wisatawan. Informasi itu juga menjadi salah satu bahan evaluasi dalam melihat perkembangan aktivitas pariwisata di Kukar.
“Jadi kita tidak hanya mengandalkan perkiraan. Ada data yang bisa kita gunakan untuk melihat bagaimana pergerakan pengunjung di destinasi wisata,” ungkapnya.
Awang menyebut, metode tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memantau aktivitas pengunjung ketika berlangsung kegiatan berskala besar. Dengan begitu, Dispar memiliki tambahan informasi dalam mengevaluasi tingkat kunjungan selama penyelenggaraan event.
“Ketika ada kegiatan atau event, kita juga bisa melihat bagaimana pergerakan pengunjungnya. Data ini penting untuk mengetahui sejauh mana kegiatan tersebut menarik wisatawan,” tuturnya.
Meski demikian, data provider menjadi salah satu instrumen pendukung dalam penghitungan kunjungan, bukan satu-satunya dasar penilaian. Dispar Kukar berharap pemanfaatan data tersebut dapat membantu penyusunan evaluasi dan kebijakan pengembangan pariwisata secara lebih terarah.
“Data ini membantu kita melihat kondisi di lapangan, sehingga pengembangan pariwisata bisa dilakukan berdasarkan gambaran kunjungan yang lebih jelas,” pungkas Awang. (Adv)
Tulis Komentar