Porosnusantaranews,BALIKPAPAN - Ketua Umum DPP Himas Eddy Salassa mengajak seluruh keluarga besar Himas memegang teguh prinsip budaya yang menjadi pegangan masyarakat Sinjai. Yakni sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi.
Menurut Eddy, tiga prinsip tersebut harus menjadi landasan dalam kepemimpinan dan berorganisasi.
“Kalau kita pakai ini dalam berkepemimpinan dan berorganisasi, saya yakin kita bisa menciptakan, memanusiakan manusia, saling menasihati dengan nasihat yang baik, dan saling menghargai,” kata Eddy, pada Rabu (2/9/2026) malam.
Eddy juga mengingatkan para perantau agar memegang prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Menurutnya, seorang perantau membawa identitas dan budaya dari daerah asal, namun ketika tinggal di daerah lain harus menghormati budaya setempat.
“Kita datang dari Sinjai, kita bawa budaya kita, hormati budaya Kalimantan Timur. Kita ingin mencari rezeki dan makan di Kalimantan Timur, maka mari memberikan manfaat untuk Kalimantan Timur,” ujarnya.
Dia menegaskan, ukuran keberhasilan seorang perantau bukan semata-mata seberapa banyak harta yang berhasil dibawa pulang. Lebih penting adalah seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain dan bagaimana menjaga nama baik daerah asal.
“Seorang perantau bukan diukur dari seberapa banyak harta yang dibawa, tetapi seberapa besar dia membantu orang lain, menjaga nama baik Sinjai dan berbuat kebaikan. Itu yang selalu diingat manusia,” katanya.
Eddy mengingatkan bahwa harta maupun jabatan tidak bersifat kekal. Jabatan kepala daerah maupun presiden memiliki masa jabatan, demikian pula jabatan dalam organisasi.
“Harta akan habis. Jabatan ada masanya. Bupati saja lima tahun, presiden juga lima tahun. Ingat, jabatan akan habis,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan penghormatan kepada Hidayat Jamal Noor yang disebut sebagai salah satu pendiri Himpunan Masyarakat Sinjai di Kalimantan Timur. Eddy mendoakan agar Jamal Noor senantiasa diberikan kesehatan dan segera pulih.
Dalam kesempatan tersebut, Eddy turut mengingatkan keluarga besar Himas agar tetap menjaga hak dan kepentingan bersama. Jika menghadapi persoalan, dia meminta warga tetap mengedepankan prinsip sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi.
Dia juga menyinggung besarnya potensi warga Sinjai di Kaltim, khususnya Balikpapan. Menurutnya, jumlah keluarga Sinjai di Balikpapan yang sebelumnya diperkirakan sekitar 80 ribu jiwa kini kemungkinan telah mencapai 100 ribu.
Jumlah tersebut menjadi potensi besar, terutama menjelang tahun politik.
“Sedikit banyak mereka yang berpolitik akan selalu mendatangi ketua Himas. Karena khusus di Balikpapan saja, pada zaman saya sekitar tiga sampai empat tahun lalu sudah kurang lebih 80 ribu keluarga. Mungkin sekarang sudah 100 ribu. Insyaallah program-program akan ditambahkan, karena sebenarnya warga Sinjai juga ada di kabupaten dan kota lainnya,” pungkas Eddy. (mto)
Tulis Komentar