Iklan Dua

Wahyullah: Sebaru Fun Run Bukan Sekadar Lari, UMKM Ikut Bergerak

$rows[judul]
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Bukan hanya pelari yang menikmati ramainya Minggu pagi di Sepinggan Pratama. Ketika 1.000 peserta menyusuri lintasan sepanjang 5 kilometer di Jalan Syarifuddin Yoes, Sepinggan, Balikpapan Selatan, lebih dari 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ikut mengambil kesempatan.

Keramaian Sebaru Fun Run 5K menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk menawarkan produk sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi. Sementara peserta menuntaskan rute lari, warga dan pengunjung juga disuguhi hiburan special stage performance dari T2, Tika dan Tiwi.



Gelaran tersebut diselenggarakan Sepinggan Pratama dengan dukungan BSN (Bank Syariah Nasional), sejumlah sponsor, serta pihak lainnya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian program “Waktunya Berolahraga” yang digelar Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sepinggan Baru.

Ketua Panitia Sebaru Fun Run, Wahyullah Bandung, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu alasan kuota peserta dibatasi. Panitia menetapkan maksimal 1.000 peserta agar kegiatan tetap nyaman dan berjalan tertib.

“Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Kami membatasi peserta sebanyak 1.000 orang agar kegiatan bisa berjalan dengan baik dan peserta dapat menikmati rute yang kami siapkan,” ujar Wahyullah, pada Minggu (30/8/2026).

Sebaru Fun Run 5K sendiri bukan kegiatan yang berdiri sendiri. Sebelum menggelar agenda lari, LPM Sepinggan Baru lebih dulu melaksanakan turnamen mini soccer untuk anak-anak serta pertandingan bola voli bagi kalangan remaja.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan olahraga tidak semata sebagai ajang kompetisi. Lapangan dan ruang publik dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul sekaligus mempertemukan warga dari berbagai kelompok usia.

Untuk peserta lari, panitia juga menyiapkan tantangan tersendiri. Lintasan sepanjang 5 kilometer memiliki karakter medan turun-naik di kawasan Kelurahan Sepinggan Baru.

Kontur tersebut tentu memberikan tantangan tambahan bagi peserta. Namun, bagi penyelenggara, kondisi medan justru menjadi bagian dari pengalaman yang ingin ditawarkan melalui Sebaru Fun Run.



Konsep kegiatan pun tidak hanya berhenti pada olahraga. Sebaru Fun Run diarahkan sebagai bagian dari pengembangan sport tourism. Dengan berkumpulnya ribuan peserta dan masyarakat, perputaran ekonomi di lingkungan sekitar diharapkan ikut meningkat.

Karena itu, lebih dari 100 tenant UMKM dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Para pelaku usaha itu berasal dari kawasan Car Free Day Sepinggan Pratama, Taman 3 Generasi, serta pelaku UMKM lainnya.

“Harapannya, olahraga tidak berhenti pada aktivitas fisik. Ada manfaat lain yang ikut tumbuh, terutama bagi UMKM. Ketika masyarakat berkumpul, pelaku usaha juga mendapatkan ruang untuk berkembang,” kata Wahyullah.

Konsep tersebut membuat Sebaru Fun Run memiliki cakupan lebih luas. Lari lima kilometer bukan sekadar soal menempuh lintasan dan mencapai garis finis. Di baliknya, ada upaya menghidupkan ruang publik, mempertemukan warga, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Bagi panitia, keberhasilan kegiatan juga tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mampu menyelesaikan lintasan. Ukuran lainnya adalah ketika masyarakat pulang membawa pengalaman positif, pelaku UMKM mendapatkan manfaat dari keramaian, dan semangat berolahraga tumbuh dari lingkungan sendiri.

Sebab, olahraga tidak selalu tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Di tengah kesibukan kota, olahraga dapat menjadi cara sederhana untuk saling menyapa, membangun kebersamaan, sekaligus merawat ruang hidup bersama.

Sebaru Fun Run pun menunjukkan bagaimana olahraga, ruang publik, hiburan, dan ekonomi masyarakat dapat dipertemukan dalam satu kegiatan. Dari lintasan sepanjang lima kilometer, tercipta ruang perjumpaan yang memberi dampak lebih luas bagi warga dan lingkungan sekitar. (mto) 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)