Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Para wakil rakyat Kota Balikpapan mulai menempati gedung baru DPRD, Senin (10/8/2026). Bangunan tiga lantai yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp140 miliar itu resmi difungsikan setelah pengerjaannya dinyatakan rampung 100 persen.
Gedung baru tersebut berdiri di lokasi bekas Ruang Rapat Paripurna DPRD Balikpapan. Lokasinya menghadap langsung ke lautan lepas, sehingga memberikan suasana berbeda dibanding gedung lama yang selama ini digunakan para anggota dewan.
Ketua DPRD Kota Balikpapan H. Alwi Al-Qadri mengatakan, untuk tahap awal gedung baru tersebut diperuntukkan khusus bagi anggota DPRD. Sedangkan staf dan sekretariat masih tetap berkantor di gedung lama.
“Ya, jadi hari ini kita mulai berkantor di sini khusus anggota dewan. Sementara untuk staf dan sekretariat masih di gedung lama karena memang peruntukannya hanya untuk anggota dewan,” kata Alwi kepada wartawan, pada Senin (10/8/2026).
Salah satu fasilitas yang paling terasa perubahannya adalah ketersediaan ruang rapat. Jika sebelumnya anggota DPRD harus berbagi hingga mengantre ruangan ketika sejumlah agenda rapat berlangsung bersamaan, kondisi tersebut kini tidak lagi terjadi.
Setiap alat kelengkapan dewan telah memiliki ruang rapat masing-masing. Fasilitas itu mencakup ruang Rapat Paripurna, Badan Anggaran (Banggar), Panitia Khusus (Pansus), Badan Musyawarah (Banmus), hingga ruang kerja masing-masing anggota DPRD.
“Sudah lengkap semua. Jadi tidak lagi bercampur-campur atau antre ruang rapat seperti gedung lama,” ujarnya.
Tak hanya ruang kerja dan ruang rapat, lantai dasar gedung juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Di antaranya ruang literasi dan ruang tunggu bagi tamu.
Akses menuju gedung disediakan melalui dua pintu, yakni pintu bagian depan dan belakang. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai turut menjawab persoalan yang selama ini dihadapi anggota DPRD saat menerima masyarakat maupun tamu.
Alwi mengakui, keterbatasan ruangan di gedung lama kerap menjadi kendala ketika anggota dewan harus menerima tamu.
“Kadang-kadang kita ini malu juga waktu masih di gedung lama kalau kita menerima tamu karena tidak ada ruangan khusus. Kita hanya mengandalkan satu ruangan rapat gabungan,” ungkapnya.
Dari sisi desain, gedung baru DPRD Balikpapan mengusung konsep terbuka. Salah satu cirinya terlihat dari penggunaan atap transparan yang memungkinkan cahaya matahari masuk ke dalam bangunan.
Konsep tersebut tak hanya memberikan kesan lebih modern, tetapi juga diharapkan dapat membantu efisiensi penggunaan energi pada siang hari.
Seiring mulai difungsikannya gedung baru, para anggota DPRD Balikpapan kini telah menempati ruang kerja masing-masing. Di sisi lain, sejumlah staf mulai memindahkan berbagai perlengkapan kerja anggota dari kantor lama ke gedung baru.
Dengan berbagai fasilitas yang tersedia, gedung baru DPRD Balikpapan diharapkan tidak berhenti sebagai simbol kemegahan bangunan. Lebih dari itu, fasilitas tersebut diharapkan mampu menunjang kerja-kerja kedewanan agar semakin efektif, terutama dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat. (mto)
Tulis Komentar