Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Petani di kawasan Danau Semayang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), diperkirakan mulai memasuki masa panen padi pada awal November 2026. Perkembangan tanaman di kawasan tersebut menjadi salah satu perhatian Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar di tengah kondisi cuaca yang memengaruhi kegiatan pertanian di sejumlah wilayah.
Kepala Distanak Kukar, Mohammad Rifani, mengatakan, kondisi pertanian di kawasan Danau Semayang memiliki karakteristik tersendiri. Petani menerapkan metode tanam dengan menebarkan benih, sehingga proses budidayanya berbeda dari pola tanam padi yang menggunakan pemindahan bibit dari persemaian.
“Di Danau Semayang itu mereka menebar benih. Jadi, pola tanamnya memang berbeda dengan pertanian padi yang biasa dilakukan dengan menyemai benih terlebih dahulu,” ujar Rifani, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, pola budidaya itu menjadi bagian dari karakter pertanian masyarakat di sekitar danau. Perkembangan tanaman dan waktu panen mengikuti kondisi pertanaman yang berlangsung di kawasan tersebut, sehingga perkiraan panen perlu mengacu pada situasi aktual di lapangan.
Rifani menyebut masa panen diperkirakan mulai berlangsung pada awal November. Perkiraan itu menjadi gambaran perkembangan kegiatan pertanian di Danau Semayang, meskipun waktu panen aktual tetap mengikuti kondisi tanaman.
“Untuk Danau Semayang, perkiraan panennya mulai awal November. Kita melihat perkembangan tanaman yang ada di sana,” katanya.
Rifani berujar, selain pola tanam, biaya produksi menjadi salah satu aspek yang menarik dari kegiatan pertanian di kawasan Danau Semayang. Sistem budidaya yang diterapkan petani memiliki kebutuhan sarana produksi yang relatif berbeda dibandingkan pola pertanian yang lebih intensif.
“Kalau di sana, sistemnya memang berbeda. Mereka menebar benih, dan kebutuhan biaya produksinya relatif rendah dibandingkan pola tanam yang memerlukan banyak tahapan,” jelasnya.
Ia membeberkan, kawasan Danau Semayang juga memiliki riwayat panen raya pada tahun-tahun sebelumnya. Rifani menyebut 1998 dan 2017 sebagai tahun ketika panen raya pernah berlangsung di kawasan itu. Riwayat itu menjadi bagian dari gambaran potensi pertanian yang dimiliki wilayah sekitar danau.
“Dulu juga pernah ada panen raya di sana, kalau tidak salah pada 1998 dan 2017,” ungkapnya.
Meski demikian, perkiraan panen pada awal November 2026 perlu dibedakan dari pelaksanaan panen raya. Waktu panen yang diperkirakan tersebut tidak otomatis berarti seluruh kawasan akan memanen padi secara serentak, mengingat kegiatan tanam petani tidak berlangsung dalam satu jadwal yang sama.
Rifani menegaskan, perkembangan tanaman tetap menjadi acuan untuk melihat waktu panen di kawasan Danau Semayang. Dengan karakteristik budidaya yang berbeda, kondisi pertanian di wilayah tersebut perlu dipahami sesuai pola tanam yang diterapkan masyarakat.
“Jadi, kita melihat kondisi tanaman di lapangan. Perkiraan awal November itu untuk mulai panen, sedangkan pelaksanaannya mengikuti perkembangan masing-masing pertanaman,” pungkas Rifani. (Adv)
Tulis Komentar