Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Keberlangsungan usaha peternakan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya bergantung pada ketersediaan pakan dan pengelolaan kandang, tetapi juga kondisi kesehatan hewan. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar menekankan pentingnya pemantauan rutin, vaksinasi, dan pemeriksaan ternak untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi produksi.
Kepala Distanak Kukar, Mohammad Rifani, mengatakan pengawasan kesehatan hewan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan petugas yang memiliki kompetensi di bidang tersebut. Pemantauan diperlukan agar perubahan kondisi ternak dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
“Untuk ternak, kesehatan memang harus diperhatikan. Kita memiliki petugas yang melakukan pemantauan, sehingga kalau ada persoalan pada ternak, kondisinya bisa diketahui,” ujar Rifani, Minggu (25/10/2026).
Menurutnya, upaya menjaga kesehatan ternak perlu menjadi bagian dari aktivitas pemeliharaan sehari-hari. Hal ini berlaku bagi berbagai jenis usaha peternakan yang berkembang di Kukar, termasuk ayam pedaging dan ayam petelur yang membutuhkan kondisi kesehatan terjaga untuk mendukung keberlangsungan produksi.
Salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan ialah vaksinasi. Pelaksanaannya perlu mempertimbangkan jenis ternak, kebutuhan perlindungan terhadap penyakit, serta arahan petugas yang berwenang.
“Vaksinasi itu menjadi salah satu upaya untuk menjaga kesehatan ternak. Selain itu, ternaknya juga harus dipantau supaya kita mengetahui bagaimana kondisinya,” katanya.
Rifani menambahkan, perubahan kondisi lingkungan juga perlu diikuti dengan perhatian terhadap pemeliharaan hewan. Peternak perlu mengamati perilaku, nafsu makan, dan kondisi fisik ternak untuk mengenali tanda-tanda yang berbeda dari keadaan normal.
Apabila muncul indikasi gangguan kesehatan, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan sebelum menentukan penanganan. Dengan mengetahui kondisi yang dialami hewan, tindakan dapat disesuaikan dengan persoalan yang ditemukan.
“Kalau ada gejala yang tidak biasa, jangan dibiarkan. Perlu dilihat dan diperiksa supaya kita mengetahui persoalannya dan bisa menentukan penanganan yang sesuai,” jelas Rifani.
Ia menilai, pengawasan yang konsisten dapat membantu peternak meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gangguan kesehatan. Pemantauan bukan hanya diperlukan ketika ternak sakit, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pencegahan.
“Kita ingin kondisi ternak tetap terpantau. Karena itu, pemeliharaan dan pemeriksaan harus diperhatikan, sehingga kalau ada masalah bisa lebih cepat diketahui,” pungkasnya. (Adv)
Tulis Komentar