Iklan Dua

Bagus Susetyo Ingatkan Santri Balikpapan Waspadai Disinformasi di Era Digital

$rows[judul]

Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mendorong para santri memperkuat karakter, keimanan, dan ketakwaan agar mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi, termasuk maraknya disinformasi di media sosial.


Penguatan nilai-nilai keagamaan dinilai penting agar santri tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan di tengah derasnya arus informasi digital.


Pesan tersebut disampaikan Bagus saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Halaman Balai Kota Balikpapan, Kamis (22/10/2026).


Menurut Bagus, peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


Peran santri dalam sejarah bangsa menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan melalui kekuatan fisik, tetapi juga melalui pendidikan, pengabdian, dan keteguhan memegang nilai-nilai keagamaan.


Salah satu tonggak penting perjuangan tersebut adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari, pada 1945.


Resolusi Jihad menjadi bagian dari sejarah perjuangan umat Islam dalam membangkitkan semangat mempertahankan kemerdekaan dan melawan penjajahan.


Semangat tersebut, menurut pesan yang disampaikan dalam peringatan Hari Santri, perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai perjuangan para pendahulu tetap relevan di tengah perubahan zaman.


Tantangan yang dihadapi santri saat ini juga semakin beragam. Selain memperdalam ilmu agama, generasi muda perlu memiliki kemampuan menyaring informasi, memahami perkembangan teknologi, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.


Kemampuan tersebut penting agar santri dapat mengambil manfaat dari kemajuan teknologi tanpa mengabaikan etika, moral, dan nilai-nilai keagamaan.


Di tengah maraknya penyebaran informasi yang belum tentu benar, penguatan karakter diharapkan menjadi bekal bagi santri untuk bersikap kritis sebelum menerima maupun menyebarkan informasi kepada masyarakat.


Dengan demikian, santri tidak hanya berperan dalam lingkungan pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih bijak dalam menggunakan teknologi.


Peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali peran pesantren dalam membentuk generasi yang memiliki pengetahuan agama, karakter, serta kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.


Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Balikpapan sebelumnya telah diawali dengan kegiatan istigasah dan doa bersama di Graha Nahdlatul Ulama pada Rabu (21/10/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperingati perjuangan ulama dan santri sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.


Melalui momentum Hari Santri, para santri diharapkan mampu melanjutkan semangat perjuangan pendahulu dengan menyesuaikan diri terhadap tantangan zaman, tanpa meninggalkan identitas, karakter, dan nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan kehidupan mereka. (ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)