Porosnusantaranews,BALIKPAPAN — Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispustakar) Kota Balikpapan menggelar rangkaian kegiatan Hari Kunjungan Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, 3–5 September 2026, di Kantor Dispustakar Kota Balikpapan.
Rangkaian kegiatan dikemas seperti mini festival literasi dengan menghadirkan bazar buku murah, bazar UMKM, pameran buku karya penulis lokal, lomba cerdas cermat literasi, pelatihan literasi digital, hingga bedah buku.
Bunda Literasi Kota Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad Mas'ud, menilai kegiatan literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Menurut dia, literasi juga berperan dalam membentuk karakter dan keberanian anak.
Ia mengapresiasi pelaksanaan lomba cerdas cermat yang dinilai dapat melatih peserta untuk berani tampil dan menyampaikan jawaban di hadapan orang lain.
"Literasi itu bukan hanya ilmu yang kita cari. Tetapi bagaimana membentuk karakter kita, membentuk keberanian kita," kata Nurlena
dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kamis (3/10/2026).
Ia mengatakan, kemampuan berbicara dan keberanian tampil di depan publik perlu terus dilatih sejak usia sekolah. Sebab, menurutnya, tidak sedikit orang yang memiliki kecerdasan tetapi masih merasa gugup ketika harus tampil di hadapan banyak orang.
"Walaupun salah tidak apa-apa, tetapi bagaimana kita berani menghadapi audiens. Biasanya ada kegugupan. Kita berdiri untuk sambutan, kalau tidak biasa, gugupnya luar biasa," ujarnya.
Nurlena juga mengajak para pelajar untuk tidak berhenti belajar dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas pengetahuan.
Menurut dia, perkembangan zaman membuat akses terhadap informasi semakin luas. Karena itu, perpustakaan juga harus mampu beradaptasi dengan era digital.
"Kalau dulu buku-buku tidak ada digitalisasinya, kalau sekarang harus. Kenapa? Karena memang zamannya teknologi," kata Nurlena.
Ia menekankan pentingnya membangun generasi muda yang cerdas, kritis, kreatif, dan berkarakter.
"Kita hadir bukan sekadar membuka sebuah perlombaan. Tetapi kita hadir di ruang ini sebagai generasi yang cerdas, kritis, kreatif, dan berkarakter," ujarnya.
Nurlena berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu mendorong anak-anak Balikpapan semakin dekat dengan perpustakaan dan menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
"Anak-anak kita ini adalah generasi emas di tahun 2045," kata Nurlena.
Sementara itu, Kepala Dispustakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan minat masyarakat mengunjungi perpustakaan sekaligus memperluas akses terhadap bahan bacaan.
"Di bulan September ini pemerintah pusat menetapkan sebagai Bulan Gemar Membaca. Kemudian tanggal 14 September juga ditetapkan sebagai Hari Kunjung Perpustakaan," kata Neny.
Menurut dia, kegiatan selama tiga hari tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Untuk lomba cerdas cermat literasi, Dispustakar melibatkan pelajar tingkat SMP dan sederajat dari sekolah negeri maupun swasta se-Kota Balikpapan.
Sebanyak 30 tim mengikuti perlombaan tersebut. Setiap tim terdiri dari tiga peserta. Para peserta akan melalui babak penyisihan sebelum sembilan tim terbaik melaju ke babak final.
"Untuk adik-adik dan ibu bapak guru yang hadir, semangat. Insya Allah perlombaannya akan kita ikuti secara fair," ujar Neny.
Ia berharap penyelenggaraan lomba tersebut dapat diperluas pada tahun depan sehingga seluruh sekolah tingkat SMP dan sederajat di Balikpapan dapat berpartisipasi.
Selain lomba, Dispustakar juga menggandeng sejumlah pihak untuk menggelar pelatihan literasi digital bagi pelajar SD dan SMP. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 130 peserta.
Pada Sabtu, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan bedah buku yang menghadirkan penulis lokal Balikpapan, termasuk Nurul Midayati yang merupakan guru di salah satu SMA negeri.
Kunjungan Perpustakaan Tembus 116.000
Neny menyebut, upaya meningkatkan budaya literasi juga dilakukan dengan memperluas akses masyarakat terhadap layanan perpustakaan.
Sepanjang 2025, jumlah kunjungan ke layanan perpustakaan di Balikpapan, baik kunjungan langsung maupun layanan digital, mencapai sekitar 116.000 pengunjung.
Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah kunjungan telah mencapai sekitar 62.000.
"Alhamdulillah, mudah-mudahan berarti bisa lebih meningkat dari tahun 2025, karena sudah 50 persen dari tahun lalu," kata Neny.
Dispustakar juga memiliki tujuh perpustakaan kelurahan serta taman bacaan masyarakat yang tersebar di 20 kelurahan.
Menurut Neny, taman bacaan masyarakat tersebut secara bertahap akan bertransformasi menjadi perpustakaan umum dan diarahkan untuk mendapatkan akreditasi dari Perpustakaan Nasional.
"Dari 20 perpustakaan ini, sudah ada 10 yang diakui akreditasinya oleh Perpusnas menjadi perpustakaan umum," ujarnya. (man)
Tulis Komentar