Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengembangkan usaha peternakan berbasis produksi telur omega dan susu kambing. Selain mendukung ketersediaan pangan, pengembangan tersebut dinilai berpotensi membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa.
Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, mengapresiasi langkah pemerintah desa yang tetap menjalankan kegiatan produktif di tengah penyesuaian anggaran daerah, termasuk alokasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Menurutnya, program ketahanan pangan perlu diarahkan pada kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
“Di tengah keterbatasan anggaran, kami berterima kasih karena pemerintah desa tetap memberi perhatian pada ketahanan pangan. Loa Duri Ilir sudah mengembangkan ternak telur omega dan kambing yang menghasilkan susu. Ini menunjukkan ada upaya untuk mengolah potensi desa menjadi kegiatan yang produktif,” ujar Hery, Sabtu (17/10/2026).
Pengembangan kedua komoditas peternakan itu memberikan pilihan produk yang berbeda. Telur menjadi sumber pangan berprotein, sementara susu kambing dapat dipasarkan sebagai produk hasil ternak dengan segmen konsumen tersendiri.
Hery menyebut susu kambing yang diproduksi di Loa Duri Ilir telah melalui proses sterilisasi sebelum dipasarkan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, susu tersebut dijual sekitar Rp30 ribu per botol berukuran sedang.
“Dengan pengolahan yang lebih baik, kita berharap produk peternakan memiliki daya tarik dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Menurut Hery, pengembangan peternakan perlu disertai pengelolaan produksi yang konsisten. Ketersediaan pakan, kesehatan ternak, kualitas hasil produksi, dan kemampuan memenuhi permintaan konsumen menjadi sejumlah faktor yang menentukan keberlangsungan usaha.
Selain itu, pemasaran juga perlu diperhatikan agar hasil peternakan tidak hanya beredar di lingkungan desa. Penguatan identitas produk, kemasan, dan jaringan penjualan dapat menjadi langkah untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.
“Produk yang dihasilkan jangan berhenti hanya untuk memenuhi kebutuhan di lingkungan sendiri. Kalau pengelolaannya terus diperbaiki, kualitas dijaga, dan pemasarannya diperluas, usaha seperti ini bisa menjadi sumber pendapatan yang bermanfaat bagi masyarakat desa,” katanya.
Hery berharap pengembangan peternakan di Loa Duri Ilir dapat terus ditingkatkan melalui perencanaan yang matang dan keterlibatan masyarakat. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga.
“Harapannya, potensi yang sudah dimiliki desa dapat terus dikembangkan. Ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat harus berjalan bersama, sehingga kegiatan produktif yang dibangun sekarang bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang,” tutupnya. (Adv)
Tulis Komentar